Wednesday, July 11, 2018

Perbedaan 2 Gambar Alat Musik Cetik Lampung dan Penjelasannya

Majalah Lampung –  Gambar Alat Musik Cetik. Salah satu alat musik tradisonal asal Lampung adalah cetik atau juga dikenal dengan nama gamolan dan atau gamolam pekhing. Alat musik dari bahan bambu ini dimainkan dengan cara ditabuh atau di pukul. 

Gambar Alat Musik Cetik
Gambar Alat Musik Cetik

Untuk cara memainkan alat musik cetik juga belum terdapat peraturan baku dalam memainkan nada-nadanya. Ini membuat beberapa orang khususnya pemuda kesusahan untuk memainkannya. Akibatnya pemain cetik terbatas pada seniman-seniman cetik pada sanggar-sanggar kesenian dan beberapa pengrajin yang memang sidah memahimi.

Nah untuk bentuk cetik sendiri berupa belahan bambu berukuran kecil (lebar  cm dan panjang 25 cm). Kemudian di tata diatas bambu bulat atau juga ditas kayu lain karean kini telah banyak modifikasi. 

Gambaran Umum Mengenai Cetik Lampung

Dari sebuah jurnal yang membahasa mengenai cetik Lampung. Alat  dibedakan menjadi dua yaitu cetik dari Kabupaten Lampung Barat dan cetik dari wilayah Provinsi Lampung lainnya seperti cetik dari Bandar Lampung.

Sebenarnya bukan berarti cetik dari dulu ada dua jenis. Namun cetik yang ada di Bandar Lampung merupakan contoh cetik yang telah dimodifikasi. Cetik ini notasinya sudah disesuaikan dengan notasi nada lagu modern dengan 8 nada lagu atau diatonis yaitu (do-re-mi-fa-so-la-si-do), sehingga dengan modifikasi tersebut, cetikni sudah dapat berkolaborasi dengan alat musik moderen.  Seperti inlah gambar Cetik Lampung Modern yang dimaksudkan 

Dari contoh gambar cetik diatas, terlihat bahwa bagian bawah untuk menaruh bilah bambu bukanlah dari bambu bulat. Dan jumlah bilah bambu ada delapan. Ini adalah dua perbedaan dengan cetik yang dijumpai di Lampung Barat. Kini mari kita bandingkan dengan gambar gamolan atau cetik dari Lampung Barat berikut ini.

Adapun cetik yang menjadi bahan penulisan ini adalah cetik yang tumbuh kembang di Kabupaten Lampung Barat dan sampai sekarang masih dipertahankan keasliannya. Baik notasinya maupun bentuk wujud alat musiknya. 

Dapat dilihat pada gambar, bahwa pada gambar cetik diatas yang berasal dari Lampung Barat hanya menggunakan bambu dan belum termodifikasi. Nampak bilahan bambu diletakan pada bambu bulat yang masih utuh.

Jumlah bilah bambu pun hanya 7. Ini sesuai dengan salah satu sejarah cetik Lampung yang mengatakan bahwa ada perbedaan gamolan (cetik) dengan gamelan Jawa. Yakni pada jumlah bilah atau tangga nada gamolannya. Hal itu dikatakan oleh peneliti Australia, ia juga berpendapat bahwa gamolan Lampung ini lebih tua umurnua ketimbang yang ada di Jawa. 

Sekali lagi bahwa pebedaan diatas tidak menyimpulkan bahwa ada dua macam cetik Lampung. Hanya saja untuk yang dari Bandar Lampung sudah mengalami modifikasi. Modifikasi tersebut bukan untuk menghilangakan keaslian dan nilai sejarah, hanya saja untuk mengikuti perkembangan jaman. Misal untuk memodernisasi bentuk dan juga menyesuaikan tangga nada. 

Demikianlah informasi terkait Perbedaan gambar cetik Lampung atau gamolan atau gamolan pekhing yang merupakan alat musik tradisonal asal Lampung. Semoga bisa menjadi referensi bagi anda. 

Kunci Gamolan Lampung dan Cara Memainkan Cetik

Majalah LampungKunci Gamolan Lampung, atau cara memainkan alat musik cetik.  Si alat tradisonal Lampung yang kini sudah sedikit sulit untuk dilihat atau dijumpai. Gamolan Lampung atau juga disebut cetik dan gamolan pekhing adalah alat musik tradisonal khas Lampung. Artinya bawah ini merupakan salah satu kategori budaya berbentuk alat musik dari provinsi di ujung Sumatera ini. 

Kunci Gamolan Lampung
Seorang sedang memainkan Gamolan (Sumber Youtube)

Lalu bagiaman cara memainkannya ? Apakah ada makalah tentang gamolan Lampung ? Kunci gamolan Lampung seperti apa ? Not, sejarah dan tangga nadanya bagaimana ? Not Gamolan Lampung ? Tangga Nada Gamolan Lampung ? Tabuhan Gamolan Pekhing ?

Bentuk galoman Lampung jika dilihat dengan sekilas serupa dengan gamelan Jawa. Cara memainkannyapun dipukul. Dari beberapa gambar dan sumber, terlihat bahwa bahan dasarnya adalah bambu. 

Bambu yang dibelah dan telah dipotong dengan ukuran tertentu kemudian dipasang diatas penyanganya atau tempatnya yang juga merupakan bambu dan ada juga modifikasi yang dari kayu. Beberpa potongan bambu itu kemudian dipukul dan menghasilkan suara yang bebeda. 

Untuk kunci gamolan Lampung mungkin berdasarkan sususan pada bambu yang dipasang dengan ukuran yang berbeda-beda tersebut. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa ada banyak kesulitan untuk mengungkap atau mengetahui kunci gamolan Lampung ini. Karena memang penggunannya sudah sangat jarang.

Bahkan dulu saat masih sering digunakan pun, hanya kalangan tertentu saja yang mengerti atau paham. Oleh sebab itulah kunci dan cara main gamolan Lampung ini “tersembunyi”.

Cara Memainkan Alat Musik Cetik Lampung ( Cara Bermain Cetik )

Cetik atau gamolan dan atau disebut dengan nama lain gamolan pekhing ini cara memanikannya adalah dengan cara dipukul. Ada alat pemukul yang kemudian dipukulkan ke arah gamolan hingga menghasilkan suara. 

Kunci Gamolan Lampung atau cetik ini hampir sama dengan gamelan Jawa kuno. Gamolan kuno (Jawa)memiliki delapan bilah bambu yang sejajar di atas satu bongkahan bulat bambu sebesar sekitar lengan orang dewasa. Delapan bilah bambu masing-masing mewakili delapan tangga nada, yaitu do re mi fa so la si do. Sementara, gamolan modern hanya memiliki tujuh bilah bambu yang mewakili tujuh tangga nada. Satu tangga nada yang hilang adalah tangga nada fa. Margaret mengatakan, dirinya pun belum memahami alasan penghapusan tangga nada fa.  

Jadi untuk nada atau not gamolan Lampung yakni do re mi so la si do. Sedangkan untuk cara penggunaan atau memainkannya dengan cara dipukul.

Baca Juga 

Demikianlah informasi terkiat kunci gamolan Lampung atu juga cara memainkan alat musik cetik. Semoga bisa menjadi referensi anda.

Tuesday, July 10, 2018

5 Cara Membuat Gaguduh Lampung dan Resepnya

Majalah Lampung Cara membuat gaguduh Lampung sebenarnya sangat mudah. Gaguduh adalah makanan khas Lampung yang biasaya menjadi teman ngopi atau minum teh ini pun bahan dasarnya sangat musah untuk dicari. Bisa dibilang ini adalah jenis kudapan atau kue. 

Cara Membuat Gaguduh Lampung
Sumber foto malahayati.ac.id

Gaguduh Lampung adalah makanan khas masyarakat Lampung (khususnya suku Lampung) yang berbahan dasar pisang dengan tambabahan tepung terigu. Kemudian keduanya dicampur dengan beberapa bahan tabahan lalu digoreng di minyak panas. Bentuk makanan ini pun bermacam-macam, ada yang tidak beraturan (bulat bebas) dan dibentuk sesuai keinginan (bentuk beraturan).

Sesuai dengan namanya, gaguduh pisang Lampung ini tentu menggunakan buah pisang, yakni pisang yang sudah matang. Untuk buah pisang yang digunakan tentu pisang yang bisa diolah dengan cara digoreng. Ada beberapa pisang yang hanya bisa dimakan buah alias tidak bisa digoreng seperti pisang gadis (mulei/muli). Hindari penggunaan pisang jenis itu. Anda bisa menggunakan pisang kepok, salah satu pisang lezat ketika digoreng.

Makanan ini merupakan kudapan yang digunakan untuk teman ngopi, minum teh atau susu. Biasanya suku Lampung sendiri sering sekali berkumpul bersama keluarga atau tetangga, makanan inilah yang kemudian digunakan sebagai kudapan teman minum.

Selain simpel, bahan pembuatan pun relatif sangat mudah untuk didapatkan. Berikut ini adalah bahan dan langkah atau cara membuat gaguduh Lampung yang khas itu.  

Resep Gaguduh Lampung  (Untuk 3 piring/sekitar 25 biji kue)
1. 10 buah Pisang kepok
2. 300 gram Tepung terigu
3. 100 gram Gula merah
4. 2 sendok makan Margarin
5. 1 butir Telur
6. 1/2 sendok teh Garam
7. Secukupnya Minyak goreng
8. 200 ml Air

Cara Membuat Gaguduh Lampung
1. Kupas pisang belah 2 dan potong jadi 6 bagian
3. Siapkan baskom atau wadah lain dan masukan semua bahan kecuali minyak goreng. Aduk rata dan tambahkan air kurang lebih 200 ml. Aduk rata adonan sampai lebut dan benar-benar tercampur. Usahakan pisang tidak lagi terbentul. Artinya sudah menjadi adonan yang lembut.
4. Siapkan wajan dan tuangkan minyak goreng secukupnya. Setelah minyak panas, ambil 1 sendok makan adonan dan goreng sampai coklat keemasan. Lakukan sampai adonan habis. Perlu diperhatikan untuk bentuk dan ukurannya memang bebas. Namun usahakan tidak terlalu kebesaran karena bagian dalamnya akan susah untuk matang. 
5. Setalah adonan selesai digoreng maka sajikan. Gaguduh khas Lampung yang masih hangat akan terasa lebih nikmat disantap.

Nah itulah 5 langkah atau cara membuat gaguduh Lampung yang mudah simpel dan tidak memerlukan banyak biaya ini.

Resep kue gaguduh pisang Lampung ini juga bisa dikreasikan dengan beberapa pilihan. Misal dengan menambakan beberapa taburan diatas gaguduh seperti keju, ceres, gula putih halus dan lainnya.  Pelu diketahui bahwa pisang kepok memiliki rasa manis, tambahan gulamerah pun menambah gagudh menjadi legit. Artinya jika anda memberi tambahan seperti diatas bisa menambah sangat manis. Bisa jadi manisnya mengalahkan kue lapis legit khas Lampung yang selegit madu itu.

Resep kue gaguduh pisang Lampungi ini jua bisa dikreasikan bentuk-bentuknya. Hal ini karena tidak ada aturan untuk membentuk gaguduh. Saat menggoreng hanya dengan cetakan dari taungan sendik yang akan membentuk bulat, lonjong dan bentuk lain yang tidak beraturan. Adonan memang lembek, jadi susah untuk dibentuk. Tapi anda yang ingin membentuknya bisa dengan cara agak tidak melembekannya. 

Apakah gaguduh ini bisa ditambah dengan bahan lain pada adonan saat sebelum digoreng ?

Jawabannya tentu bisa-bisa saja. Misal ditambah dengan jagung yang telah direbus. Jadi anda bisa menambahkan jagung pada adonannya. Kue dengan warna cokelat ini pada dasarnya sangat mudah untuk dikreasi dan dimodifikasi. Anda bisa menuangkn ide-ide an inovasi anda untuk membuat makanan ini semakin lezat, mewah dan bernilai gizi tinggi. Selamat mencoba.

Demikianlah informasi terkait cara membuat gaguduh Lampung dan resepnya. Semoga bisa menjadi referensi anda. 

10 Langkah Membuat Gamolan Lampung Atau Cetik

Majalah Lampung – Langkah Membuat Gamolan Lampung Atau Cetik. Salah satu alat musik asal Lampung adalah gamolan. Nama lain alat musik tradisonal ini adalah gamolan pekhing dan juga cetik Lampung. 

Langkah Membuat Gamolan Lampung
Sumber foto gamolaninstitute.blogspot.com

Cukup banyak yang penasaran dengan bagaimana cara membuat alat musik cetik dan juga cara membuat gamolan pekhing. Makum saja, cukup sulit untuk menjumpai cetik atau galoman Lampung disekitar kita, apalagi orang yang membuatnya.

Alat musik yang penggunaanya dengan cara dipukul ini terbuat dari bahan dasar bambu (pekhing). Jadi jika anda yang belum tahu apakah bahan baku dari gamolan maka jawabannya adalah bambu. Suara yang dihasilkan layaknya tabuhan-tabuhan alat musik dari bambu lainnya. Perlu diketahui , dihimpun dari sebuah jurnal ternyata proses pembuatan alat musik cetik cukup lama, bambunya juga harus bambu pilihan yaitu bambu betung. 

Hanya bambu dengan kualitas yang paling baik yang disebut dengan mati temegi, artinya bambu betung yang sudah tua atau mati dengan sendirinya, dan biasanya bambu seperti ini banyak terdapat di hutan.  

Dari banyaknya spesies bambu, yang dipilih adalah bambu betung. Bambu betung adalah salah satu jenis bambu yang memiliki ukuran lingkar batang yang besar. Bambu betung merupakan tanaman yang memiliki dinding tebal dan kokoh serta berdiameter dapat mencapai lebih dari 15 cm. Bambu betung ini dapat dijumpai di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi (2000 meter) dan tumbuh subur pada lahan yang basah. 

Di Lampung bambu ini cukup mudah dijumpai, bahkan ada salah satu kawasan hutan dengan limpahan bambu betung yang luar biasa yakni Gunung Betung di Pesawaran. Bambu ini memiliki aneka nama lokal seperti bambu betung pada masyarakat Lampung; oloh otong pada masyarakat Gayo; trieng betong pada masyarakat Aceh; lewuo guru pada masyarakat Nias; awi bitung pada masyarakat Sunda; pring petung, deling petung, jajang betung pada masyarakat Jawa; pereng petong pada masyarakat Medan; bulo patung, bambu patong pada masyarakat Makasar; awo petung pada masyarakat Bugis; dan bambu swanggi pada masyarakat Banda.   

Tahap awal dalam proses pembuatan alat musik cetik, didahului dengan penyediaan bambu betung. Bambu betung sepanjang delapan meter kemudian disimpan selama enam bulan sampai setahun, selanjutnya bambu tersebut di potong-potong menjadi lima bagian, dan dibelah menjadi beberapa bilah yang disesuaikan dengan kebutuhan nada. 

Langkah selanjutnya adalah pelarasan nada, kemudian bambu disusun di atas bambu yang sudah dilubangi agar bilah bambu menghasilkan resonansi suara yang bulat. Sepintas membuat alat musik ini tidak begitu sulit, namun menyelaraskan nadanya yang agak sukar. Cara menentukan bambu yang baik  untuk bahan alat musik cetik bisa digunakan dengan cara memilih bambu betung. Pemilihan bambu betung dimaksudkan untuk menghasilkan suara bunyi yang bagus. 

Setelah memilih bambu betung yang sudah tua dan kelihatannya baik untuk diolah. Bambu tersebut tidak langsung diproses, namun harus dibiarkan beberapa saat atau diangin-angin selama 6 bulan sampai 1 tahun.   

Secara ringkas berikut ini adalah langkah membuat gamolan Lampung atau cara membuat alat musik cetik:

1. Mencari bambu betung yang tua (mati temegi) dengan panjang delapan meter.
2. Menyimpan Bambu selama setengah tahun sampai satu tahun (untuk mengeringkan)
3. Setelah disimpan, potong bambu menjadi 5 bagian
4. Belah bambu menjadi beberapa bilah sesuai kebutuhan dan perencanaan
5. Pelarsan nada pada bambu
6. Penyusunan bambu diatas kerangka bambu pada gamolan atau cetik
7. Pemberian cat atau vermis 
8. Penyesuaian bentuk dengan renaca awal
9. Tes suara dan kondisi kesiapan
10. Gamolan siap digunakan 

Adapun Bahan dan Alat yang perlu disiapkan untuk Membuat Gamolan Lampung

1. Bambu
2. Cat kayu atau pernis
3. Golok
4. Pisau serut
5. Gergaji
6. Bor kayu 
7. Kuas
8. Tali

Untuk Lebih Jelas Baca Juga: 
Kunci Gamolan Lampung 

Anda juga bisa melihat gambar dibawah ini untuk kemudian membuat sketsa pembuatan awal. (Bambu yang dibelah diletakan pada bambu bulat dibawahnya dan kemudian diikatatau dilekatkan)
Demikianlah informasi terkiat adalah langkah membuat gamolan Lampung atau cara membuat alat musik cetik. Semoga bisa menjadi referensi bagi anda. Sumber informasi kami himpun dari Jurnal Patanjala Vol. 9  No. 1 Maret  2017 dengan judul Antoni Pengrajin Cetik Dari Kabupaten Lampung Barat; Kajian Nilai Etos Kerja (Antoni, A Cetik Craftsman From District Of West Lampung;  A Study On The Work Ethic Value) Oleh Yuzar Purnama (Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat)

Monday, July 9, 2018

Mengungkap Bahan Baku Gamolan Lampung dan Pekembangannya

Majalah LampungBahan baku dari gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing adalah tumbuhan bambu. Namun tak sekedar bambu biasa, pemilihan bambu dan proses pembuatannya lumayan rumit dan juga lama. 

Ilustrasi | Foto: Ist.

Ada banyak jenis bambu di Indonesia dan bahkan dunia. Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Nama lain dari bambu adalah buluh, haur, awi, aur, pring, dan eru. Bambu diklasifikasikan ke lebih dari 10 genus dan 1450 spesies. Di Indonesia, dapat dengan mudah ditemui 5 jenis bambu yakni bambu tali, wulung, ampel, petung, kuning, dan bambu tulup. Spesies bambu ditemukan di berbagai lokasi iklim, dari iklim dingin pegunungan hingga daerah tropis panas.

Bambu yang dipilih untuk pembuatan atau bahan baku dari Gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing ini adalah bambu petung (betung). Bambu ini dipilih karena ketebalan bambunya, sehingga diharapakn ada suara dan nada yang kuat dan bagus.

Setelah bambu dipilih, tak bisa langsung dibuat karena keadannya masih basah. Perlu dikeringkan dengan cara mendiamkannya selama setengah tahun sampai setahun. Setelah benar benar kering baru lah bambu ini bisa diproses dengan langkah membuat gamolan Lampung yang lumayan panjang dan rumit.

Bambu yang disimpan kemudian dipotong dan dibelah. Setelah itu bagian tersulit adalah menyelaraskan nada atau not yang dihasilkan oleh bambu itu. Jika sudah maka dirakit dalam bentuk gamolan atau cetik Lampung seperti gambar dibawah ini. 

Proses panjang ini bisa saja gagal jika salah dalam memilih bahan baku dari gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing ini. Misal saat awal pemilihan bambunya ternyata masih muda atau tidak cukup tua sehingga nantinya suara yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan.

Oleh sebab itu sangat riskan adalah pada proses awal pemilihan bambu. Ketelitian dan kecermatan pemilihan menjadi penentu dalam mencari bahan gamolan Lampung ini. Memilih bambu betung dengan kriteria seperti itu tentu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Seorang ahli yang memang sudah terbiasa dan familiar dengan bambu betung adalah pilihannya. Proses panjang dari pembuatan gamolan Lampung membuat alat musik ini cukup sulit untuk dijumpai.

Beberapa pakar mencoba memperkirakan awal mula atau sejarah mengenai cetik atau gamolan dan atau gamolan pekhing. Ada yang menyebutkan bahwa cetik ini sudah ada dan dimainkan oleh masyarakat Lampung kuno pada abad ke 4.  Artinya bahwa itu sudah sangat berumur.

Namun sebagian masyarakat Lampung tidak mengetahui dan mengerti tentang sejarah cetik ini, sehingga mungkin saja ini menjadi salah satu penyebab perkembangan cetik pada awal mulanya tidak berjalan dengan baik. Berbeda dengan angklung di Jawa Barat dan  Gamelan di Jawa yang masyarakatnya juga peduli dan mengerti (walaupun tidak semua tapi relatif banyak).

Ada yang memperkirakan bahwa gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yaitu gamelan pada kesenian tradisional Jawa dan kesenian tradisional masyarakat Sunda merupakan pengembangan dari cetik atau gamolan pekhing yang dibawa bersama masuknya Kerajaan Sriwijaya pada Dinasti Syailendra.

Terbukti bahwa kedua instrumen ini memiliki kesamaan dalam bentuk, bahan yang digunakan yang berbeda.  Ada pula yang memperkirakan bahwa gamelan-lah atau gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yang menjadi inspirasi dibuatnya cetik/gamolan pekhing. 

Untuk lebih jelas lagi anda bisa membaca:
Langkah Membuat Gamolan Lampung
Kunci Gamolan Lampung

Kini alat musik ini masih sukar untuk dijumpai, walau nyatanya masih ada beberapa acara adat Lampung dan pertemuan yang menggunakan alat musik ini sebagai hiburan pertunjukan. Perlu adanya data, semangat motivasi dan aksi dari dinas terkait serta iringan masyarakat agar galoman Lampung atau cetik Lampung dan atau gamolan pekhing ini tetap eksis. 

Demikianlah infomasi dari kami terkait apakah bahan baku dari gamolan Lampung dan perkembangannya di bumi Lampung. 

Menelisik 6 Sejarah Gamolan Lampung Atau Cetik (G Pekhing)

Majalah Lampung – Tak banyak data mengenai sejarah gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing si alat musik tradional Lampung yang terbuat dari bambu ini. Perjumpaan dengan alat ini pun susah, penggunannya hanya pada acara-acara tertentu saja. Sampai kini belum ada komunitas yang bisa ditemui oleh tim Majalah Lampung untuk dimintai keterangan terkait asal- usul, sejarah dan juga data terkait yang bisa ditelisik.

Sejarah Gamolan Lampung

Namun kami telah membuat beberapa tulisan terkait gamolan Lampung ini yakni makalah gamolan Lampung, bahan baku dari gamolan Lampung, langkah membuat gamolan Lampung. Dan, kini tim membuat sebuah ulasan singkat mengenai sejarah gamolan Lampung dari hasil penelusuran publikasi jurnal Patanjala Vol. 9  No. 1 Maret  2017: 95-110  yang ditulis oleh Yuzar Purnama  dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat.

Disebutkan bahwa  gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing adalah alat musik yang berasal dari Provinsi Lampung hususnya Kabupaten Lampung Barat. Pengrajin cetik di Provinsi Lampung jumlahnya relatif tidak banyak, mereka tetap menggeluti pekerjaan tersebut walaupun hasilnya tidak mencukupi.

Sama halnya dengan angklung dan gamelan di Pulau Jawa, cetik merupakan warisan budaya leluhur berbentuk alat musik. Bedanya mungkin pada pemerhati yang kemudian bisa menjaga eksistensi serta merawatnya. Jumlah pengarajin di Pulau Jawa sana memang bisa dikatakan lebih banyak dan aktif. Begitupun dengan instansi atau lembaga terkait pendidikan dan budaya.

Namun, cetik asli  tetap dipertahankan dan dilestarikan. Pengrajin cetik harus begulat antara kebutuhan hidup dengan tanggung jawab sebagai penerus leluhur untuk melestarikan warisan budaya. Perjuangan hidup pengrajin cetik yang dilematis menciptakan etos kerja yang dapat diadopsi oleh generasi penerus bangsa.  

Sejarah Gamolan Lampung Cetik Lampung Gamolan Pekhing

Diperkirakan Sudah Ada Sejak Abad Ke Empat 
Beberapa pakar mencoba memperkirakan awal mula atau sejarah mengenai cetik atau gamolan pekhing ini. Ada yang menyebutkan bahwa cetik ini sudah ada dan dimainkan oleh masyarakat Lampung kuno pada abad ke 4

Kendati demikian sebagian masyarakat Lampung tidak mengetahui dan mengerti tentang sejarah cetik ini, sehingga mungkin saja ini menjadi salah satu penyebab perkembangan cetik pada awal mulanya tidak berjalan dengan baik. 

Perkiraan Lain Dibawa Oleh Kerajaan Sriwijaya

Ada yang memperkirakan bahwa gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yaitu gamelan pada kesenian tradisional Jawa dan kesenian tradisional masyarakat Sunda merupakan pengembangan dari cetik atau gamolan pekhing yang dibawa bersama masuknya Sriwijaya pada Dinasti Syailendra.

Terbukti bahwa kedua instrumen ini memiliki kesamaan dalam bentuk, bahan  yang digunakan yang berbeda.  Ada pula yang memperkirakan bahwa gamelan-lah atau gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yang menjadi inspirasi dibuatnya cetik/gamolan pekhing. 

Gamolan Lampung Atau Cetik Terispirasi Dari Gamelan Jawa

Ada pula yang memperkirakan bahwa gamelan-lah atau gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yang menjadi inspirasi dibuatnya cetik/gamolan pekhing. 

Peneliti Autralia: Gamolan Lampung Lebih Tua Dari Gamelan Jawa

Seorang peneliti asal Australia berpendapat alat musik gamolan ini sudah ada dan lebih tua dari gamelan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya gambar gamolan pada relief candi Borobudur. Gamolan modern yang dapat ditemui di Lampung Barat dan Way Kanan, memiliki perbedaan dibandingkan dengan gamolan kuno. 

Perbedaan Gamolan Lampung dengan Gamolan Jawa

Jika ditelisik dan dilihat tentu ada perbendaan antara gamolan Lampung dan Gamelan Jawa. Dari bahan yakni gamolan berbahan bambi sedangkan gamelan Jawa dari logam. Selain itu adalah adanya perbedaan Gamolan modern yang dapat ditemui di Lampung Barat dan Way Kanan, memiliki perbedaan dibandingkan dengan gamolan kuno. 

Gamolan kuno memiliki delapan bilah bambu yang sejajar di atas satu bongkahan bulat bambu sebesar sekitar lengan orang dewasa. Delapan bilah bambu masing-masing mewakili delapan tangga nada, yaitu do re mi fa so la si do. Sementara, gamolan modern hanya memiliki tujuh bilah bambu yang mewakili tujuh tangga nada.

Gamolan Lampung Era 1990an

Alat musik cetik sekitar tahun 1990 hanya dipakai sebagai perlengkapan upacara adat dan sebagai alat musik dalam menyambut tamu. Alat musik ini nyaris tidak digunakan dalam kegiatan-kegiatan lain selain dua kegiatan tersebut. 

Gamolan Lampung Kini 

Kini memang jumlahnya tidak banyak, hal ini karena jumlah pengrajinnya tak banyak. Selain itu berkaitan dengan peminat, dimana kaula muda dan masyarakat Lampung bisa dikatakan masih asing dengan gamolan Lampung atau Cetik ini. Bahkan untuk etnis atau suku non Lampung yang tinggal di provinsi ini tak banyak yang mengenal dan atau pernah mendengarnya.

Dari sekelumit data mengenai sejarah gamolan Lampung atau cetik atau juga gamolan pekhing ini semoga kedepannya alat musik tradisonal Lampung ini tetap eksis di masa mendatang. Sangat disayangkan jika memang harus hilang karena tak adanya yang bisa membunyikannya dimasa mendatang.

Demikianlah informasi terkait sejarah gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing. Semoga bisa menjadi referensi untuk anda. 

Friday, July 6, 2018

Makalah Gamolan Lampung Lengkap

Majalah Lampung – Jika anda ingin mencari tahu mengenai alat musik gamolan Lampung atau cetik atau juga gamolan pekhing maka anda bisa membaca artikel makalah gamolan yang lengkap baik dalam bentuk online, pdf, buku, jurnal, skripsi dan lainnya.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa gamolan Lampung atau juga disebut cetik dan gamolan pekhing adalah alat musik tradisonal khas Lampung. Artinya bawah ini merupakan salah satu kategori budaya berbentuk alat musik.

Berikut ini Bagaimana Contoh Makalah Gamolan Lampung

Pendahuluan Makalah

Alat musik merupakan sebuah instrumen atau alat yang sengaja dibuat, digunakan, dibentuk, dimodifikasi dengan  tujuan menghasilkan musik (suara). Yang kita kenal saat ini terdapat dua jenis alat musik yakni taradisonal (daerah) dan juga modern. Keduanya memiliki komparasi dalam hal bentuk, pembuatan dan juga artistiknya.



Alat musik daerah adalah sebuah alat musik yang berasal dari suatu daerah tertentu yang menjadi khas daerah itu dan terdapat perbedaan baik nama serta bentuk dengan daerah lain. Meskipun begitu tak jarang beberapa daerah memiliki alat musik yang mirip dan serupa, tapi berbeda nama. 

Makalah Gamolan Lampung
Gambar Gamolan Lampung

Sedangkan untuk alat musik modern yakni alat musik yang telah diberikan sentuhan lebih dalam hal teknologi. Kita juga tidak bisa memungkiri bahwa alat musik modern, terkadang adalah modifikasi dari alat musik tradisional. Kesan monoton dan kaku ala jaman dulu dimodifikasi agar alat musik mudah digunakan dan juga lebih menarik serta memberikan variasi nada.

Salah satu alat musik daerah khas Lampung adalah Gamolan. Alat musik yang terbuat dari bahan bambu ini dimainkan dengan cara di pukul sehingga menghasilkan nada. Kemudian nada-nada itu dibedakan berdasarkan not atau tangga nadanya. 

Tujuan Pembuatan Makalah

Mengetahui apa itu gamolan Lampung dan juga bagaimana cara melestarikannya. Terutama dikalangan kaula muda. Hal ini untuk Menjamin keberadaanya di masa sekarang dan yang akan datang. Sembari meningkatkan pengenalnnya melalui sebuah makalah mengenai gamolan Lampung yang merupakan alat musik tradisonal Indonesia dari Lampung.

Isi Makalah 

Gamolan adalah sebuah alat musk tradisonal Lampung yang penggunaanya dengan cara dipukul. Alat ini membunyikan suara khas dari hasil pukulan pada tiap-tiap tangga nada pada bambu yang dipukul. 
Alat musik tradisional Lampung yang juga disebut dengan cetik ini telah eksis sejak jaman . Gamolan atau cetik hanya dimainkan saat upacara adat tertentu dan untuk menyambut tamu penting. Hal yang menyebabkan lambannya perkembangannya. Inilah yang membuat susah untuk mempelajarnya. Misal ada yang ingin mempelajari:

Jelaskan Sejarah Gamolan Lampung atau Cetik Lampung

Cara memainkan Gamolan Lampung atau Cetik Lampung

Kunci Gamolan Lampung atau Cetik Lampung

Asal-usul Gamolan Lampung atau Cetik Lampung

Pencipta Gamolan Lampung atau Cetik Lampung

Masih adalah Gamolan Lampung atau Cetik Lampung ?

Gambarkan Gamolan Pekhing

Perbedaan Gamolan Lampung dan Gamolan Jawa

Dan masih banyak lagi

Dihimpun dari berbagai sumber, dikatakan bahwa pada jaman dulu permainan musik gamolan atau cetik terbatas pada seniman-seniman musik tertentu dan hanya di beberapa sanggar-sanggar kesenian Lampung saja. 

Harapannya penggunaan alat musik ini bisa semakin populer di jaman sekarang ini atau jaman now yang kekinian ini. Salah satu caranya yakni memakainnya saat ada acara-acara adat, pernikahan, acara kontes, festival dan lainnya.

Pihak dinas pendidikan serta kebudayaan provinsi Lampung pun harus menyelamatkan alat musik ini dengan cara mencari para ahli yang paham secara mendalam. Kemudian ditulis dalam bentuk buku atau dipublikasikan dalan jurnal atau makalah ilmiah dan atau publikasi secara online. 

Kenapa itu harus dilakukan ? Karena penting sekali bagi generasi mendatang. Percuma saja jika mereka hanya tau alat dan bentuk tanpa tau bagaimana cara memainkannya serta sejarah dan asal-usulnya. Jika sudah demikian, perlahan tapi pasti gamolan Lampung bisa saja tak dikenal dalam beberapa dekade mendatang.

Penutup Makalah Gamolan Lampung

Gamolan Lampung sebagai alat tradisional khas Lampung harus dilestarikan. Caranya dengan mengenal, mampu memainkannya serta hal lain yangmendukung keberadaan dan eksistensinya. Dalam hak ini dinas pendidkan dan kebudayaan diharapkan mempunyai program yang mengurusi hal ini. Dan masyarakat juga harus ikut berperan aktif. 

Demikianlah informasi terkait makalah gamolan Lampung atau cetik dan atau juga gamolan pekhing. Semoga bisa menjadi referensi anda. Bagi anda yang mencari jasa pembuatan Makalah di Lampung untuk menyelesaikan tugas, anda bisa menghubungi WA: 0857 3913 6813. 
Join Our Newsletter