Friday, June 16, 2017

Cerita Buaya Kali Pedada Tulang Bawang, Benar Adakah ??

Majalah Lampung - Cerita Buaya Kali Pedada Tulang Bawang, Benar Adakah ?? Bagaimana kisahnya ? Adakah kasusnya ? Seperti apa kondisinya ? Pernahkah anda mendengar cerita buaya makan orang di Tulang Bawang. Atau Teror Buaya Sungai Sungai Pedada? 

Buaya Kali Pedada
Tim kami berfoto di Sungai Pedada

Jujur kami sering mendegar dan membaca di berita koran maupun media online Lampung mengenai buaya di Lampung yang memakan orang atau sekedar muncul menghebohkan penduduk.

Dari semua berita itu semua kasus terjadi di Tulang Bawang. Ini cerita jalan-jalan kami. Walaupun awalnya perasaan ngeri menghantui namun rasa penasaran lebih mendominasi sehingga kami pun bergegas menuju tempat ini. Ternyata sampai disini kami terkejut sekaligus terpesona, lantaran indahnya Sungai Pedada.

Salah satu sungai di Lampung yang terkenal adalah sungai Pedada atau masyarakat  setempat mengenal dengan Kali Pedada. Terletak di Kabupaten Tulang Bawang kali Pedada terkenal dengan buaya muaranya yang konon masi banyak jumlahnya.

Baca Juga: 20 Fakta Tentang Lampung

Saat saya mengunjungi Kali Pedada banyak masyarakat yang bercerita bahwa dahulu sering melihat buaya bahkan sampai juga ada korban yang dimakan oleh buaya. Kedalaman kali pedada bervariasi namun saat saya bertanya kepada salah satu warga yang tinggal dipinggiran kali berkata bahwa kedalamannya sekitar 20m. (dalem juga ya). Dag dig dug kami menaiki kapal kecil dan berniat menyeberangi sungai sore itu. 

Sebenarnya tak jarang kali pedada menjadi sarana transportasi masyarakat sekitar, masyarakat yang melintasi kali dengan kapal kecil untuk mengangkut hasil pertanian maupun mengangkut barang-barang lainya atau sekedar menyeberang untuk menuju ladang.

Kali pedada juga seperti sungai lain yang biasa digunakan masyarakat sekitar untuk mandi, mencuci, memancing dan banyak kegiatan lainya. (buang air, selfi, cuci muka/ kadang juga buang sampah).


Buaya Kali Pedada Tulang Bawang
Background Sunset di Sungai Pedada

Dipinggir kanan dan kiri kali pedada ada juga hutan adat yang menjadi area konservasi. Sebenarnya kali Pedada menyimpan potensi yang membahayakan yang tidak sembarang tempat aman bagi manusia, karena bisa saja terdapat buaya (tidak termasuk buaya darat).

Masyarakat sekitar kali ada yg bercerita (warga Desa Gedong Asri) bahwa dia pernah melihat buaya di kali pedada, “ya saya pernah liat, pernah juga dapet cerita gitu-gitu. sebenarnya saya takut si tapi ya mau bagaimana lagi, wong ini setiap hari tak seberangin” ujarnya. Karena memang ladang beliau berada diseberang kali pedada, jadi mau tidak mau harus menyeberangi kali pedada.

Tapi  sebenarnya cukup menarik bisa menyusuri sungai ini, Karena banyak satwa liar yang bisa kita lihat khususnya aves, diantaranya kutilang, tengkek, kuntul (emang ada loh burung jenis ini). Nah menurut anda, bagaimana ? Apakah ekstrim atau memang wajar ? Tumbuhan disini juga tergolong nanyak, dan masih terjaga.

Sungai yang membelah wilayah Tuba ini memang terbilang masih cukup bagus kondisinya. Warga sekitar kali juga banyak yang memanfaatkan untuk memancing ikan. Biasanya pemancing mendapatkan gabus, dan baung dan ikan lainnya. Walaupun memang ada buayanya pemancing masih tergolong berani. Beberapa titik lokasi pun memasang himbauan yang mengatakan "lokasi ini berbahaya, dilokasi ini terdapat buaya". 


Buaya Kali Pedada Lampung
Sungai Pedada dari google maps


Kalau dilihat dari google maps sungai ini meliak-liuk melintasi kebun, sawah, pemukiman dan perkebunan sawit perusahaan. Belum diketahui si berapa panjang sungai pedada Lampung ini. Namun kalau di deskripsikan panjangnya banget-banget.

Ujung dari sungai ini adalah di laut daerah mesuji Lampung.  Memang kalau hujan airnya keruh, warna kuning kemerahan dari tanah-tanah yang te-rerosi.

Seandainya sungai ini dikelola menjadi paket wisata mengitari atau menyusuri sungai, bukan tidak mungkin bisa menjadi salah satu wisata bahari unggulan di wilayah TUBA. Contoh wisata sungai biasanya bamboo roasting, wisata getek perahu dan susur sungai.

Salah satu yang sukses mengelola wisata sungai adalah Sungai Charles di Boston, Bassin De La Vi Te Paris, sungai timur New York, Thames River di London, dan sungai Spree di Berlin. Kelima tempat ini sukses menarik perhatian wisatawan dunia dan berhasil mengelola sungai yang biasa menjadi war biasa.  Apalagi dengan embel-embel satwa liar buas buaya justru terkadang memberikan kesan yang tersendiri bagi pecinta wisata minat khusus.
Masa mereka bisa kita tidak bisa sih 
Baru-baru ini juga pemprov Lampung berencana membangun tol sungai. Seperti yang dilansir laman berita online suarapedia bahwa pemerintah berencana membangun tol sungai yang melintasi tiga kabupaten yaitu Tulang  Bawang, Tulang Bawang Barat dan Way Kanan.

"Untuk tol sungai direncanakan berukuran panjang 120.000 meter, lebar 200 meter dengan kedalaman 16 meter. Sedangkan daerah milik Sungai meliputi penghijauan / Green belt seluas 2 meter terdiri dari tanaman keras di sepanjang Tol Sungai. Selain itu Tol Sungai terdiri dari jalan raya seluas 8 meter," papar Ginta, VIA Suarapedia dot com.

Wah, Kalau kali pedada jadi perlintasan, Lampung mungkin bakal jadi percontohan apalagi jika melihat sungai-sungai di nusantara yang sangat banyak. Patut ditunggu.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter