Friday, July 28, 2017

Ekowisata di Desa Margasari Lampung Timur, Asik dan Menyenangkan

Majalah Lampung. - Mengunjungi Ekowisata Hutan Mangrove yang asik di Desa Margasari Lampung Timur. Itulah perjalanan kami saat ke Lampung Timur Beberapa Lalu.

Perkembangan wisata di Indonesia akhir-akhir ini sangatlah pesat. Bebagai tempat wisata terus dikembangkan di berbagai daerah, maklum saja sektor pariwisata diprediksi akan menyumbang devisa cukup besar bagi negeri ini. 

Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand sudah memanen banyak keuntungan dari kunjungan para wisatawannya.

Kementrian Pariwisata tak henti-hentinya menggali potensi dan mengembangkan sumberdaya yang bisa dijadikan tempat wisata. Selain tempat wisata konsep wisata pun terus dimodifikasi agar wisatawan memiliki banyak pilihan. 

Konsep wisata halal, wisata kuliner, dan ekowisata terkadang memiliki peminat di kalangan tertentu yang jumlahnya tidak sedkit. Salah satu yang menarik dari beberapa konsep wisata tersebut yaitu konsep ekowisata.


Ekowisata di Desa Margasari Lampung Timur
Hutan Mangrove Desa Margasari

Pengertian ekowisata atau sering juga disebut ecotourism merupakan bentuk berwisata yang berbeda dengan wisata biasa pada umumnya. 

Pada kegiatan ekowisata lebih memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat sedangkan jika wisata biasa hanya sebatas wisata saja yang tidak memperhatikan hal tersebut.  Artinya bahwa ada kelestarian dan kesejahteraan yang ditingkatkan dalam konsep ekowisata ini.

Salah satu desa ekowisata Lampung tepatnya di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur. 

Desa yang berbatasan langsung dengan hutan mangrove ini memilik berbagai potensi yang saat ini telah dikembangkan menjadi ekowisata. 

Masyarakat dan pemerintah serta pihak lainnya terus menjadikan Desa Margasari sebagai tempat wisata berbasis ekowisata.

Macam Macam Kegiatan Ekowisata Desa Margsari

Di desa yang berpenduduk mayoritas nelayan ini memang memiliki hutan mangrove yang cukup luas, total luas hutan mangrove Desa Margasari Lampung Timur adalah sekitar 817,59 ha dan diperkirakan akan bertambah seiring suksesi wilayah pesisir.

Seperti hutan mangrove pada umumnya, kawasan dekat pantai ini cukup indah jika dijadikan tempat wisata.

Beberapa kegiatan wisata yang ada di Desa Margasari yaitu mengamati burung dari menara birdwatching, berperahu mengelilingi mangrove, wisata menanam mangrove dan trak mangrove menikmati pantai. 

Ekowisata disini dikelola oleh masyarakat yang tergabung atas beberapa kelompok diantaranya Kelompok Margajaya, Pendidikan Lingkungan Hidup dan Wanita Cinta Bahari.

Jika anda berminat melakukan kunjungan ke tempat ini anda bisa mendatangi salah satu ketua kelompok desa bernama Bapak Subak. 

Warga sekitar sudah paham dengan tokoh peduli lingkungan ini, dia merupakan pemandu wisata disini. Biaya untuk mengelilingi mangrove dengan perahu sebesar Rp. 100.000 untuk sekali berkeliling mangrove.

Untuk akomodasi atau penginapan, anda bisa menginap di rumah penginapan milik Bapak Yani yaitu Ketua Kelompok PLH dengan biaya Rp.150.000 per malam plus makan. 

Namun seperti yang di bahas pada paragraph selanjutnya bahwa konsepnya menjaga kelestarian alam, jadi ketika anda melakukan kegiatan ekowisata dilarang melakukan hal-hal yang merusak kelestariannya seperti membuang sampah, merusak mangrove dan lain-lain.

Surganya Burung Kuntul (Spot Terbaik utntuk Birdwacthing di Lampung)

Ribuan burung kuntul berterbangan disini setia hari melintasi tambak, sawah dan hutan mangrove. Tentunya untuk anda yang hobi membidik burung, disini sangat rekomended. Disediakan juga menara birdwatcing untuk lebih jelas mengamati burung. 

Sedikit tips bahwa untuk melihat burung dengan rombongan terbang yang banyak adan bisa datang pagi hari dan sore hari. Sebenarnya bukan hanya burung kuntul saja yang ada disini, ada juga burung tengkek, kutilang dan lainnya.


Ekowisata di Desa Margasari Lampung Timur

Dijadikan Lampung Mangrove Center

Abrasi pantai besat-besaran mendorong salah satu pendekar mangrove yaitu salah satu dosen bersama Asihing Kustanti untuk menyelamatkan kawasan hutan ini. 

Dosen Kehutanan Unila ini membentuk lembaga yang ditujukan untuk menyelamtkan hutan mangrove dari kerusakan. Lembaga ini mengurusi kelestarian lingkungan khusunya hutan mangrove.


Proses ini Berawal dari keprihatinan akan keadaan hutan mangrove. Universitas Lampung (Unila) bekerjasama dengan masyarakat Desa dan Pemkab Lampung Timur menggagas sebuah ide. 

Ide tersebut tentang pendirian suatu pusat kegiatan pengelolaan hutan mangrove yang disebut Lampung Mangrove Center (LMC). Inilah yang menjadi sejarah pendirian lampung mangrove center.

Selain itu, dipilihnya Desa Margasari sebagai lokasi LMC karena dinamika perubahan tutupan mangrove yang cukup panjang di daerah ini, dimana hutan mangrove terus mengalami perluasan.  

Secara legal, upaya ini dikuatkan dengan Surat Keputusan Bupati Lampung Timur pada tanggal 23 Desember 2005 tentang ”Penetapan Lokasi untuk Pengelolaan Hutan Mangrove dalam rangka Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat seluas 700 Ha di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai”.

Tujuan didirikannya LMC adalah untuk mewujudkan suatu sistem tata kelola wilayah pesisir secara terpadu untuk keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat serta menjadi permodelan pengelolaanmangrove berskala nasional. 

Untuk mewujudkan tujuan ini beberapa kegiatan sudah, sedang dan akan dilaksanakan yang meliputi aspek legalitas, aspek tata ruang dan aspek pengembangan program. 

Dijadikan Tempat Kajian Oleh Beberapa Peneliti

Setelah LMC Desa Margasari resmi dibentuk dan disahkan beberapa peneliti melihat ini sebagai sebuah potensi kajian. 

Terkhusus untuk para mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila. Beberapa mahasiswa sudah menyelesaikan tugas akhir alias skripsinya disini.

Judul-judul menarik seperti Nilai Total Ekonomi Hutan Mangrove, Upaya Konservasi Mangrove, Pengembangan Ekowisata, Partisipasi Kelompok Masyarakat, Kajian Tanaman Obat di Hutan Mangrove sampai Studi Populasi Satwa pernah dilakukan disini.

Bahkan bukan dari kalangan mahasiswa saja, dosen dan peneliti asing pun banyak yang melakukan penelitian disini.



Ekowisata di Desa Margasari Lampung Timur


Tambak Udang Desa Margasari

Di desa ini terhampar puluhan tambak udang milik warga maupun perusahaan kecil,jika anda mengunjungi desa ini sewatu panen maka anda bisa membeli dengan harga yang relatif lebih murah. 

Mengikuti proses panen udang bisa menjadi kegiatan wisata yang menarik tentunya.
Kreativitas Warga Mengolah Mangrove Menjadi Olahan Makanan

Salah satu kelompok masyarakat yaitu Wanita Cinta Bahari  mempunyai inovasi dengan mengolah buah pedada menjadi sirup dan daun jeruju menjadi kerupuk. 

Produk yang dihasilkan dipasarkan kepada pengunjung ekowisata. jika anda ingin mencoba olahan makanan tersebut silahkan mendatangi rumah pintar LMC Desa Margasari.

Nah itulah beberapa gambaran ekowisata yang ada di Desa Margasari. Tentunya patut anda datangi, berwisata kesini sama saja anda mendukung upaya pelestarian lingkungan, dengan konsep ekowisata yang diterapkan dan diaplikasikan. Selamat berkunjung.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter