Wednesday, August 16, 2017

Taman Monyet Bandar Lampung, Wisata Alternatif di Tengah Kota

Majalah Lampung - Nama Taman Monyet Bandar Lampung mungkin masih jarang terdengar. Padahal lokasi ini bisa dijadikan spot rekreasi hijau di tengah kota, atau juga alternatif  berwisata. Disini ada puluhan monyet yang hidup  secara liar di kawasan hutan dengan luas sekitar 2 hektar. Menurut hasil penelitian mahasiswa Kehutanan Unila jumlahnya ada sekitar 60 ekor.

Monyet-monyet tersebut juga hidup berdampingan dengan masyarakat dan tak jarang mengusili warga sekitar. Sejarah taman monyet Bandar Lampung menurut warga sekitar dumulai dari adanya lahan tebing kosong yang ditumbuhi pepohonan subur.

Setelah itu ada sepasang monyet yang dilepaskan di lokasi tersebut dan lama-kelamaan monyet pun berkembang biak sampai sekarang ini. Tidak susah menemukan alamat taman monyet ini,  berada di Jalan Kesehatan Pahoman Bandar Lampung dekat dengan Hotel Hartono.

Untuk rute perjalanan sebenarnya ada 2 yaitu lewat Jalan Dr Susilo dan Lewat Sarijo. Rute dari Jalan Dr. Susilo: Patokannya kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, ada jalan masuk disamping kantor itu yang mengarah ke Hotel Hartono, ikuti jalan tersebut sampai mentok. Kalau dari lungsir anda ke arah Hotel Marcopolo atau Nowo Balak. 

Rute lewat Sarijo: Jika anda dari  Masjid Al Furqon (Lungsir) turun terus ke bawah lewat Jalan Diponegoro, sekitar 200 sampai 350 meter, akan ada Simpang Teksas yang ada papan nama arah ke SMA 4 Bandar Lampung.

Kalau sudah di simpang ini ambil jalan belok kiri nah maju terus aka nada gerbang atau gapura "Selamat Datang di Taman Wisata Hutan Kera". Dari sini masih sekitar 150 meter, ikuti jalan utama sampai ada hutan pepohonan rindang (sebelah kiri). Disitulah taman monyet Bandar Lampung.

Kalau anda ikuti terus jalan yang keatas makan menembus pada arah rute pertama dan bertemu dengan Goa Peninggalan Jepang disisi tanjakan. Dari dua rute menuju Taman Wisata Hutan Kera Bandar Lampung tersebut anda akan mendapat kondisi pemandangan berbeda.

Bisanya masyarakat menyebut dengan bagian bawah dan bagian atas. Sebenarnya ada beberapa sebutan untuk taman monyet Bandar Lampung ini seperti Gunung Monyet, Taman Kera Bandar Lampung, Taman Monyet Hartono, Taman Hutan Kera Tirtosari dan Hutan Monyet.

Namun jika melihat pada gapura disini, penamaan oleh pemerintah adalah Taman Wisata Hutan Kera (TWHK). Saat ini (2017) Tidak ada pungutan biaya untuk memasuki kawasan wisata  ini. Hal ini karena memang belum ada pengelolaan secara resmi. Namun masyarakat sekitar ada yang mengatakan bahwa tempat ini akan segera dikelola.

Taman Monyet Bandar Lampung
Suasana Lokasi (Majalah Lampung)

Lalu sebenarnya apa yang bisa dilakukan disini? Anda bisa menyaksikan monyet yang sedikit ramah dengan kedatangan manusia. Pemandangan teluk Lampung juga terlihat dari atas sini. Bonus lain adalah alternatef melepas kepenatan atau kesibukan,  rindangnya pepohonan dan kesjukan pohon menjadi alasannya.

Seperti yang terlihat pada sore hari ini, puluhan warga sekitar sedang asik melihat primata yang bernma latin. (Macaca fascicularis).

Bahkan tak tanggung-tanggung mereka datang dengan angkot dan motor roda 3 bersama keluarga dan tetangga. Tak jarang mereka membawa pisang dan kacang untuk memberi makan satwa monyetnya. Di Taman Wisata Hutan Kera Bandar Lampung ini juga ada salah satu goa peninggalan masa penjajahan Jepang.

Saat ini goa yang terlihat tak bertuan ini di tutup oleh warga sekitar untuk menghindari pengunjung yang iseng. Konon goa ini menembus sampai ke dekat kantor Dinkes Lampung. 

Taman Monyet Bandar Lampung
Kondisi Goa (Majalah Lampung)

Taman Wisata Hutan Kera Bandar Lampung yang ditumbuhi pepohonan ini juga menyimpan air yang digunakan warga sekitar untuk MCK dan mencuci motor. Walau kondisi kemarau namun sumber air tetap mengalir. Tak lupa air tersebut dibuatkan wadah berupa sumur kecil untuk kebutuhan minum moynet.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi lokasi tersembunyi ini adalah sore hari. Monyet biasanya berkumpul menunggu pengunjung yang datang memeberi makan. Jika Monyet disini melihat makanan yang dibawa, maka mereka akan ramai-ramai turun dari pohon dan menghampiri untuk meminta makanan.

Setelah diberi makanan pun tak jarang monyet-monyet berebut, mungkin ini adalah salah satu sifat khas monyet yang rakus seperti yang adan salam buku dongeng. Saat kami mengunjugi Taman Wisata Hutan Kera Bandar Lampung juga bertemu dengan salah satu peneliti dari Unila yang sedang mengkaji mengenai populasi monyet ekor panjang ini.

Tujuannya adalah mengetahui jumlahnya. Kegiatan ini adalah tugas akhir dari kampus alias skripsi. Sebenarnya jika dikelola dengan baik dan terencana bukan tidak mungkin tempat sejuk ini mampu menjadi alternatif wisata tengah kota.

Selain wisata juga bisa menjadi sarana edukasi dan penelitian. Nah itulah sedikit ulasan mengenai Taman Wisata Hutan Kera Bandar Lampung, apakah anda tertarik mengunjunginya? Atau anda sering kesini, kalau belum silahkan berkunjung.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter