Saturday, September 2, 2017

5 Contoh Penelitian Tentang Ekowisata Terbaru

5 Contoh Penelitian Tentang Ekowisata Terbaru. Sektor pariwisata memang saat ini mempunyai prospek yang menjanjikan, apalagi Indonesia adalah negara yang punya bentang alam cukup variatif. Pegunungan, lautan, savana dan bentuk landsekap lainnya adalah potensi wisata yang bisa jadi pabrik destinasi. Di negara yang terdiri dari ribuan gugus pulau ini tak akan pernah habis sumberdaya wisatanya jika dieksplore.

Pemerintah Indonesia juga memprioritaskan sektor pariwisata sebagai progam utama dari pembangunan, hal ini nampak dari pembangunan dan promosinya. Tempat-tempat wisata yang potensial seperti Danau Toba, Wakatobi, Pulau Komodi, Raja Ampat, Kepulauan Seribu, Bromo, Pahawang, Teluk Kiluan, dan laiinya terus di modifikasi untuk memenuhi standar wisata yang bermutu. Fasilitas, akses, dan kemudahan lainnya adalah fokusnya.

Jika membandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand dan Malaysia, Indonesia memang tertinggal dalam menarik pengunjung. Padahal jika ditinjau dari aspek luasan wilayah, jelas Indonesia lebih unggul jauh dari mereka.  Jika melihat di sektor pariwisata, saat ini terdaat konsep ekowisata. Konsep ini memang sudah lama dikenal di berbagai belahan dunia dan juga di nusantara. 

Pengertian Ekowisata Atau Ecotourism
Kata ekowisata merupakan perpaduan antara eko (lingkungan) dan wisata (Rochana, 2011). Sementara itu, Suhandi (2001) meninjau dari segi pengelolaannya, ekowisata dapat didefenisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan keindahan alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pemanfaatan ekowisata sejalan dengan pergeseran minat wisatawan wisatawan yang hanya datang melakukan wisata saja tanpa ada unsur pendidikan dan konservasi  menjadi yang datang untuk melakukan wisata ada unsur pendidikan dan konservasi didalamnya (Agussalim dan Hartoni, 2014).  Dewasa ini, ekowisata merupakan salah satu pendekatan untuk mewujudkan pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan (Setiawan dan Saputra, 2014).  Melalui ekowisata taraf ekonomi masyarakat dapat meningkat, sebab masyarakat dapat berpartisipasi dalam meyediakan jasa, menjual produk, penginapan, dan pembuatan paket wisata (Soemarwoto, 1993). 

Secara singkat dapat disimpulkan bahawa ekowisata adalah kegiatan wisata yang ramah terhadap lingkungan dan mendukung masyarakat lokal dalam peningkatan ekonomi.
Faktor Pendorong Kemajuan Ekowisata

Kemajuan ekowisata tentu memiliki beberapa aspek pendorong, diataranya adalah berbagai pihak-pihak. Stakeholder seperti pemerintah, masyarakat, pengunjung, media dan investor serta akademisi adalah beberapa pihak yang mesti bersinergi.
  • Pemerintah
Pengembangan fasilitas, stabilitas keamanan dan rumusan kebijakan adalah contoh kecil tugas dari pemerintah.
  • Masyarakat
Peran serta, sikap kritis dan sikap friendly adalah hal ideal yang harus bisa dilakukan untuk mendukung ekowisata.
  • Pengunjung
Tanpa pengunjung maka ekowisata tidak mendapat benefit secara ekonomi.
  • Media
Promosi lewat media juga cara jitu dalam mengenalkan ekowisata, selain itu media juga bisa mengkritisi proses pengembangan ekowisata.
  • Investor
Dana dari investor juga membantu menyuntik percepatan pembangunan ekowisata.
  • Akademisi dan peneliti
Kajian tentang ekowisata adalah sumber teori yang dapat di jadikan landasan dalam aplikasi di lapangan. Para akademisi maupun peneliti adalah pemegang keahlian dalam menyediakan data terkait ekowisata. Jika beberapa pihak diatas mampu besinergi, bukan tidak mungkin ekowisata di Indonesia dapat mencipatakan solusi baru untuk peningkatan pelestarian dan ekonomi. 

Dari faktor yang disebutkan diatas, akademisi dan peneliti memang bisa menjadi pendorong suksesnya ecotourism development. Akan ada banyak maasalah atau solusi data yang disajikan oleh mereka. Peneliti tentu memiliki banyak macam bentuk publikasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Kaena memang salah satu tujuan sebuah riset biasanya adalah untuk konsumsi data publik.

Sampai saat ini banyak sekali penelitian mengenai ekowisata, baik berbentuk skripsi, jurnal, tesis, desirtasi maupun prosiding. Cara mengkases atau mengunduhnya juga tak begitu susah, biasanya sudah ada file yang bisa diunduh melalui google cendikia, maupun junal online.

Dukungan Penlitian Tentang Ekowisata
Jika bebicara penelitian memang dinegara kita akhir-akhir ini sudah banyak dukungan dari berbagai pihak. Kendala utama penelitian bisanya adalah biaya, satu penelitian terkadang memakan biaya hingga jutaan rupiah. Walaupun Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan tinggi sudah banyak menggelontorkan bantuan dana tetap saja masih dianggap kurang. Namun mungkin ada saja penelitian tentang ekowisata yang “kecipratan” dananya. 

Jurnal penelitian tentang ekowisata
Ada banyak jurnal yang menyediakan file hasil penelitian tentang ekowisata secara gratis, hanya dengan modal kuota atau cari wifi gratis file tersebut bisa sampai kepada anda dalam waktu singkat download junal ekowisata tersebut dapat dilakukan diantaranya di:
  • Sylva Lestari
  • Walacce
  • Biodiversitas
  • Social And Forestry
  • Potal Garuda
  • Publikasi CIFOR
Tempat Wisata Yang Menerapkan Konsep Ekowisata
Dengan bekumandangnya konsep ekowisata ini, diharakan ada 2 asepek yang diuntungkan yaitu ekologi dan ekonomi. Di indonesia pun sudah banyak yang menerapkan konsep ini. Beberapa tempat terbukti berhasil namun ada juga yang tidak behasil. Seperti yang sudah dibahas di paragraf sebelumnya menganai faktor pendorong keberhasilan ekowisata. Jika pihak tersebut tak menjalin kerjasama dengan baik, bukan tidak mungkin ada kegagalan atau tak sesuai dengan ekspektasi. Berikut adalah contoh Tempat wisata yang menerapkan konsep ekowisata
  • Ekowisata Desa Brajaharjasari (Lampung)
  • Ekowisata Desa Margasari (Lampung)
  • TNGGP (Jawa Barat)
  • Ekowisata Mangrove Muara Angke (DKI Jakarta)
  • Pantai Menganti (Jawa Tengah)
Keuntungan Menerapkan Konsep Ekowisata
Jika berbicara mengenai keuntungan yang didapat dari menerapkan konsep ekowisata tentu ada dua garis besar yaitu ekonomi dan ekologi. Ekonomi yang dimaksud adalah meningkatnya pendapatan dari masyarakat sekitar yang mengelola atau terpapar dampak positif (berjualan, penginapan dan jasa lain) dan juga pungutan pajak atau retribusi untuk negara. 

Dari ekologi jelas bahwa small tourism adalah sifat dari konsep ini. Dalam hal ini daya dukung tempat wisata dan analisis dampak dari pengunjung terhadap lingkungan menjadi prioritas pengelola. Jadi ekologi bisa tetap lestari sembari berkontribusi.

Ada juga nilai edukasi yang biasanya terkandung di dalam ekowisata. Penyadartahuan mengenai pentingnya lingkungan, menjaga hutan, dll bisa ditanamkan saat pengunjung berwisata. 

Penelitian tentang ekowisata
Kembali lagi kepada judul besar artikel ini, dan berikut ini adalah 10 penelitian mengenai ekowisata baik yang sudah lampau maupun terbaru.

1.    Ekowisata Belum Milik Bersama: Kapasitas Jejaring Stakeholder dalam Pengelolaan Ekowisata (Studi Kasus: Taman Nasional Gunung Gede  Pangrangno)

  • Penulis: Gilang Pamungkas
  • Nama Jurnal: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
  • Abstrak: Pengelolaan ekowisata membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Partisipasi pemangku kepentingan atau stakeholder erat kaitannya dengan kapasitas yang dimiliki stakeholder sebagai salah satu modal dalam pengelolaan ekowisata. Kapasitas ini khususnya adalah kapasitas pengembangan jejaring stakeholder yang mutlak dibutuhkan dalam pengelolaan ekowisata yang bersifat multisektoral. Studi ini bertujuan untuk mengukur kapasitas jejaring stakeholder dalam pengelolaan ekowisata di kawasan tersebut. Pengukuran dilakukan melalui domain jejaring kerjasama berdasarkan Indeks Kapasitas Komunitas. Studi ini menunjukan bahwa kapasitas jejaring stakeholder saat ini sudah memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi sumber daya dan menjalankan program pengelolaan ekowisata. Meskipun untuk menuju jejaring yang mapan dan mampu menjadi sumber daya bagi program masih memiliki kelemahan yaitu belum adanya prosedur formal untuk menjalankan program serta rasa kepemilikan dari stakeholder.

2.    Peran Ekowisata Dalam Konsep Pengembangan  Pariwisata Berbasis Masyarakat   Pada Taman Wisata Alam (Twa) Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah. 


  • Penulis: Ir. Doddy Soedigdo, IAI. Yesser Priono, ST., M.Sc
  • Nama Jurnal: Jurnal Perspektif Arsitektur
  • Sebagian Abstrak:  Penelitian ini dilakukan terhadap (1)Aspek produk ekowisata Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling, (2)Pasar/wisatawan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling (3)Masyarakat di sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakter produk dan pasar ekowisata yang berbasis masyarakat yang dapat digunakan untuk mengembangkan community based ecotourism di Kecamatan Bukit Batu dan mengetahui sejauh mana ekowisata berpengaruh dalam pemberdayaan masyarakat Kecamatan Bukit Batu.
  • Temuan–temuan yang dihasilkan yaitu: (1)Masyarakat belum terlibat secara maksimal dalam penyediaan jasa layanan bagi wisatawan seperti pengelolaan jasa akomodasi, transportasi, dan penjualan produk lokal (2)Tingkat komitmen dan kepedulian wisatawan domestik yang mengunjungi TWA Bukit Tangkiling tidak terlalu kuat, apresiatif dan terbuka terhadap isu–isu yang terkait dengan alam, lingkungan dan kesehatan (3)Masyarakat masih terbatas dalam mengembangkan potensi yang dimiliki terkait dengan keterbatasan akses masyarakat dalam mengembangkan sumber daya yang dimiliki.
3.    Potensi Ekowisata Hutan Mangrove Di Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
  • Penulis: Sarwo Edy Saputra dan Agus Setiawan
  • Nama Jurnal: Sylva Lestari
  • Sebagian Abstrak: Penelitian dilaksanakan pada bulan April— Desember 2013, metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan (obsevation) dan wawancara  secara langsung dengan responden untuk memberikan penilaian terhadap keindahan potensi wisata. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan scenic beauty estimation.
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dan daya tarik objek wisata mangrove di Desa Merak Belantung adalah ekosistem mangrove, aliran sungai mangrove, muara sungai dan pantai, seni tari dan kerajinan tangan. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah fotografi (photography), berenang (swimming), pengamatan burung (bird watching), berkano (canoeing), menyusuri hutan mangrove (mangrove walk), dan memancing (fishing). Potensi dan daya tarik wisata mangrove Desa Merak Belantung berdasarkan metode scenic beauty estimation (SBE) adalah tinggi dengan nilai SBE sebagai berikut; pantai (42), aliran sungai mangrove (20), dan muara sungai mangrove (19).
4.    Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Seloringgit Ecotourism Di Dusun Mendiro Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam
  • Penulis : Inggit Ratna Sari
  • Nama Jurnal: Swara Bhumi
  • Sebagian Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan partisipasi warga Mendiro dalam pengembangan Seloringgit Ecotourism terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, implementasi dan pemantauan. Partisipasi warga Mendiro masih didominasi oleh warga yang telah tergabung dalam anggota kelompok Seloringgit Ecotourism, LMDH dan mantri hutan jadi partisipasi warga dusun ada tetapi masih minim sehingga dibagi dalam partisipasi aktif dan pasif.
Bentuk partisipasi aktif masih berkisar pada kelompok Seloringgit Ecotourism melalui swadaya, di samping itu bentuk partisipasi pasif yang berasal dari warga yang tidak tergabung dalam kelompok hanya mendukung dan memanfaatkan kondisi pengunjung. Hal-hal yang melatarbelakangi partisipasi aktif dari faktor internal yaitu usia dan pekerjaan, faktor penyebab  lain yaitu kondisi alam, solidaritas dan tujuan yang sama, sementara faktor eksternal yaitu adanya stakeholder.

5.    Analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi, Provinsi Lampung
  • Penulis: Yar Johan
  • Nama Jurnal: Depik
  • Sebagian abstrak: Pulau Sebesi berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW). Ekosistem Pulau Sebesi sebagian besar merupakan ekosistem terumbu karang, mangrove dan lamun. Penelitian tentang analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi Provinsi Lampung bertujuan mengkaji kesesuaian kawasan Pulau Sebesi untuk kegiatan ekowisata bahari yaitu diving dan snorkeling dan menganalisis daya dukung (carryng capacity) kawasan Pulau Sebesi.
Itulah 5 contoh penelitian tentang ekowisata terbaru yang dapat dijadikan referensi dalam melakukan kajian-kajian terkait ekowisata.

Tags: Jurnal Penelitian Tentang Ekowisata | Pengembangan Ekowisata Di Kawasan Konservasi | Pengembangan Ekowisata Pdf | Jurnal Ekowisata Pdf  | Konsep | Pengembangan Ekowisata | Buku Ekowisata Pdf | Strategi Pengembangan Ekowisata | Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Pdf | Tujuan Ekowisata | Manfaat Ekowisata | Ekowisata Pdf | Konsep Ekowisata | Jenis Jenis Ekowisata | Prinsip Ekowisata | Sejarah Ekowisata | Macam Macam Ekowisata | Contoh Ekowisata Pantai | Contoh Ekowisata Dalam Bahasa Inggris | Contoh Ekowisata Di Jawa Barat | 5 Contoh Ekowisata | Contoh Ecotourism Di Indonesia | Contoh Ekowisata Di Depok Pengertian Ekowisata Dan Contohnya
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter