Wednesday, September 13, 2017

Penangkaran Rusa Unila Alternatif Mengajak Keluarga Untuk Bersantai

Majalah Lampung - Penangkaran Rusa Unila Alternatif Mengajak Keluarga Untuk Bersantai. Kalau anda warga Kota Bandar Lampung dan mencari tempat untuk bersantai, tempat ini bisa menjadi salah satu list anda. 

Sejatinya Kandang Rusa atau Penagkaran Rusa Unila bukanlah tempat yang dikelola untuk berwisata. Tujuan utamnya adalah untuk menangkarkan satwa sebagai upaya konservasi terhadap satwa rusa. 

Namun keberadaan rusa ini justru menarik berbagai orang untuk mengintip beberapa rusa yang ada.

Memang Penangkaran Rusa yang berada di lingkup kampus ini tergolong dalam ruang terbuka hijau (RTH), maka hal ini tak pelak cocok juga untuk bersantai. 

Apalagi di Kota Bandar Lampung tak banyak RTH yang bisa digunakan untuk bersantai, sehingga keberadaan tempat ini sering dimanfaatkan para warga kota untuk sekedar melepas kepenatan.

Jika Hari Saptu atau Minggu disini cukup ramai pengunjung, biasanya mereka membawa keluarga dan anak-anak kecil untuk menyaksikan rusa. 

Waktu ramainya di pagi hari dan sore hari. Ketika sore hari banyak juga pedagang kaki lima seperti bakso tekwan, es doger dan jajanan lainnya. 

Kondisi ini menambah nyaman para pengunjung. Salah satu kuliner yang cukup terkenal disini adalah bakso tekwan yang biasa disebut bakso rusa Unila.


Gambar Penangkaran Rusa Unila




Tempat terbaik untuk mengamati rusanya adalah di pintu masuk arah Fakultas Pertanian, dari sini nanpak jelas beberapa rusanya. Kalau dari Gedung Rektorat maju ke arah GSG Unila sekitar 50 m lalu belok kiri. 

Disini juga tempat diberinya pakan drop in atau makanan tambahan untuk rusanya. Sore hari biasanya Pak Tikno (petugas pemberi makan) meletakan beberapa gulungan rumput dan pakan lainnya. 

Beliau ada seorang pegawai di gedung Jurusan Kehutanan yang sudah sejak dulu ditugasakan memberi pakan rusa-rusa yang ada.

Lalu sebenarnya jenis rusa apa saja sih yang ada disini. Dahulu Cuma ada satu jenis saja yaitu rusa sambar (cervus unicolor), namun sekarang sudah ada jenis lain yaitu rusa timor (Cervus timorensis). 

Kedua spesies ini dipisahkan dengan memberi pagar pembatas di salam penangkarannya. Perbedaan yang nampak jelas dari keduanya yaitu ukurannya. 

Rusa sambar punya ukuran yang lebih besar ketimbang Rusa Timor.  Perbedaan secara ilmiah dapat dijelaskan dalam notes dibawah ini.
Rusa Timor dewasa mempunyai panjang badan berkisar antara 195-210 cm dengan tinggi badan mencapai antara 91-110 cm. Rusa Timor mempunyai berat badan antara 103-115 kg walaupun Rusa Timor yang berada dipenangkaran mampu memiliki bobot sekitar 140 kg. Rusa timor diperkirakan berasal dari pulau Jawa dan Bali yang kemudian tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia.
Rusa Sambar yang umum memiliki ciri khas tubuh yang besar dengan warna bulu kecoklatan. Sambar dapat tumbuh setinggi 102 cm - 160 cm sampai bahu dengan berat sekitar 546 kg. Ciri khas Rusa Sambar adalah tubuh yang besar dengan warna bulu kecoklatan dan cenderung berwarna coklat ke abu-abuan atau ke merah-merahan, warna gelap sepanjang bagian atas. Rusa yang hidup di Sumatera Indonesia ini dapat tumbuh setinggi 102 cm – 160 cm dengan panjang tubuh sekitar 150 cm.
Pihak Unila sendiri tidak pernah melarang orang dari luar untuk berkunjung kesini, jadi siapa saja bisa menjadikan tempat ini alternatif untuk bersantai, hanya saja ada himbauan untuk tidak memberi makanan kepada satwanya. 

Himbaun itu tertulis di papan peringatan yang dibuat oleh Jurusan Kehutanan Unila yang memang intents mengawasi penagkaran Rusa Unila.

Nah dari ulasan ini apa anda tertarik untuk kesini. Kalau yang mahasiswa Unila tentu sudah tak heran lagi si dengan rusa ini, karena sudah biasa melihat. 

Namun kalau anda yang dari luar Unila , tempat ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk bersantai. Apalagi jika membawa anak kecil, ini bisa menjadi ajang mengenalkan satwa pada anak anda.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter