Friday, November 17, 2017

ERU Way Kambas, Solusi Adanya Konflik Gajah Dengan Masyarakat

Majalah Lampung. Kawasan hutan taman nasional way kambas (TNWK) memang sangatlah luas, pada tiap-tiap sisinya berbatasan dengan berbagai macam tempat. 

Ada yang berbatssan langsung dengan perkampungan, perkebunan dan ada juga yang berbatasan dengan laut lepas. 

Kawasan yang berbatsan dengan perkampungan dan perkebunan sangatlah rawan dengan kejadian konflik antara manusia dengan gajah. Hal ini karena gajah menjadi satwa liar yang menghuni kawasan TNWK.

Camp ERU Margahayu

Mungkin anda pernah mendengar konflik gajah dengan warga di Lampung Timur, gajah masuk desa, gajah merusak kebun, gajah merusak rumah, gajah ke jalan lintas, maupun kasus gajah yang terkena jeratan buatan manusia. Semua itu merupakan kasus konflik antar satwa gajah dengan manusia.

Suasana di ERU

Pada kesempatan kali ini tim Majalah Lampung akan menbahas mengenai ERU atau Elephants Respont Unit yang ada di taman nasional way kambas. 

Keberadaan Eru ini masih baru, ERU dibentuk pada tahun 2015 dan sampai saat ini sudah ada beberapa ERU yang tersebar di way kambas.

Beberapa tugas dari ERU yakni menanggulani gajah yang keluar dari kawasan hutan. Jadi semisal ada gajah yang masuk ke perkampungan ataupun perkebunan di luar kawasan hutan maka ERU datang dengan gajah jinaknya untuk kembali membawa gajah liar untuk masuk ke kawasan TNWK atau dikenal dengan istilah penggiringan.

Sebelum ada ERU memang penerapan penggiringan gajah liar yang keluar sudah ada, namun gajah jinak tersebut dari PKG yang jaraknya jauh. Sehingga penanggulangan konflik sedikit terkendala.

“Jadi kalau dulu itu ada gajah keluar dari kawasan terus masuk perkampungan ngerusak kebun rumah dan yang lain, dulu sudah ada penaggulangan konfliknya, tapi gajahnya dibawa dari PKG, kan jaraknya jauh dan kalau ada konflik gak bisa lansgsung ke lokasi jadi ya kurang optimal. Kadang gajahmya udah balik ke kawasan atau udah banyak merusak pawangnya baru dateng. Yang begitu kan kurang optimal”

Ujar pak Sakipul dengan adanya ERU yang berada dekat di perbatasan antara kawasan dan lahan milik masyarakat harapannya penangannya akan cepat tanggap dan kerusakan jadi terminimalisir.

Sebenarnya selain penangulangan konflik, ERU juga memiliki kegiatan lain diantaranya patroli gajah, breeding gajah, penyelamatan gajah dan penggiringan gajah. Selain di ERU Margahayu ada juga ERU Tegal Yoso.


Keberadaan ERU juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, menurut masyarakat sekitar saat ini sudah jarang gajah keluar TNWK, tanaman perkebunan mereka jadi lebih aman. 

Selain itu beberapa pawang gajah pun terbantu dengan adanya ERU ini, mereka saat ini sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil. 

Para pawang gajah ini berasal dari desa di sekitaran TNWK, artinya keberadaan ERU membuka peluang pekerjaan bagi mereka.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter