Tuesday, December 5, 2017

14 Cara Melestarikan Hutan Kita

Majalah Hutan. Cara melestarikan hutan. Hutan merupakan hamparan lahan yang berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dan tumbuhan laiinya sehingga membentuk suatu ekosistem yang saling berkaitan. 

Dalam kehidupan, hutan mempunyai peranan yang cukup krusial diataranya sebagai penyedia oksigen, penyimpan air, penyangga kehidupan dan peningkatan ekonomi. Oleh sebab itu, kelestarian hutan semestinya dijaga oleh kita bersama.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan luasan hutan yang termasuk terbesar, bersama negara lain seperti Brazil dan Kongo serta Australia. 

Beberapa pulau di Indonesia yang masih memiliki hutan cukup luas adalah pulau Irian Jaya (Papua), Sumatera dan Kalimantan (Borneo).

Keberadaan hutan di Indonesia yang luas menjadikan negara kita ini disebut paru-paru dunia. sebenarnya jika dimanfaatkan dengan optimal, keberadaan hutan tidak hanya bisa dijuluki paru dunia, namun bisa menjadi bank. 

Baik bank untuk flora, fauna maupun ekosistem dan juga bank secara ekonomi karena menyimpan potensi.

Saat ini memang kita tidak bisa memungkiri bahwa luasan hutan terus berkurang. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebutuhan, hutan terus di eksploitasi dan di konversi sebagai peruntukan lain. Contoh-contoh kegiatan yang mengurangi luasan hutan yakni
  • Pembukaan lahan untuk pemukiman, perkebunan, pertanian, pertambakan, dan pertambangan
  • Berubahnya sebuah kebijakan yang mengatur tentang kehutanan
  • Kebakaran hutan, terutama yang tidak teratasi dan tertanggulangi
  • Perambahan hutan
  • Abrasi pantai (jika hutan pantai atau hutan mangrove)
  • Kurangnya kegiatan pelestarian hutan
Lalu dari hal-hal tersebut bagaimana cara-cara melestarikan hutan agar tetap terjaga di saat ini dan di masa yang akan datang? 

Tentu banyak sekali cara dan langkah-langkahnya. Berikut adalah contoh kegiatan pelestarian hutan.

1. Upaya Perlindungan Terhadap Kerusakan Hutan Di Sekitar

Hal paling awal untuk menjaga agar hutan tetap lestari adalah memastikan keberadaan hutan saat ini agar tidak rusak dan berkurang luasannya untuk hal yang tidak di legal kan. 

Caranya mengawasi setiap hutan yang berada di sekitar kita dari berbagai kegiatan pengrusakan dan ancaman. 

Contohnya perambahan, alih fungsi secara ilegal, ilegal loging, perambahan, pembakaran hutan dan bencana alam. 

Jika ada hal-hal yang sekiranya merugikan seperti yang disebutkan diatas maka laporkan pada pihak berwajib contohnya polhut ataupun dinas kehutanan dan lingkungan hidup di daerah. Atau juga ke aparatur desa setempat.

2. Melakukan Kegiatan Reboisasi

Reboisasi merupakan kegiatan penanaman kembali pada kawasan hutan-hutan yang sudah mengalami kerusakan atau gundul. 

Contohya kerusakan hutan akibat kebakaran dan perambahan. Dengan dilakukanya reboisasi, maka diharapkan akan memulihkan kondisi hutan seperti sedia kala. 

Dengan rebiosasi maka hutan gundul bisa hijau kembali. Dalam melakukan reboisasi ini juga perlu diperhatikan pohon apa yang akan ditanam.


Penanaman 

Usahakan pohon yang ditanam adalah jenis spesies pohon yang sebelumnya tumbuh di hutan tersebut untuk menjaga eksistensi jenis spesiesnya. 

Contohnya jika hutan di Sumatera maka jenis pohon pulai, Kalimantan maka Ulin. Selain itu juga bisa menerapkan reboisasi pengkayaan hutan dengan berbagai jenis spesies pohon laiinya.

3. Menerapkan Sistem Tebang Pilih Pada Hutan

Sistem tebang pilih ini diterapkan pada hutan produksi agar fugsi hutan sebagai penyangga kehidupan bisa terlaksana, terutama pada kawasan hutan milik negara. Kalau penebangan habis dilakukan maka bisa berpotensi adanya erosi berlebih.


4. Penanaman Kembali Pada Lahan Bekas Tambang

Di beberapa lokasi tambang kebanyakan menggunakan atau mengeksploitasi kawasan hutan. Baik itu tambang minyak, gas, batubara maupun lainnya tentu akan menimbulkan kerusakan pada vegetasi, tanah dan airnya. 

Solusi untuk mengatasi kerusakan bekas tambang bisa dengan penanaman kembali atau biasa dikenal dengan istilah revegetasi.

Tim Majalah Lampung Magang di Perusahaan Tambang Sedang Monitoring

5. Melakukan Kegiatan Penanaman Pohon di Berbagai Acara Kehutanan atau Lingkungan

Di berbagai peringatan seperti hari bumi, hari pohon dan lainnya terkadang ada kegiatan penaman pohon bersama. 

Entah itu di kawasan hutan maupun di tempat lainnya seperti perumahan dan kantor tapi hal ini sangat positif untuk tetap menjaga dan melestarikan hutan. Dengan menanam pohon dapat menambah hijau sebuah kawasan.

6. Penegakan Hukum Yang Tegas dan Adil

Penegakan hukum penting untuk meberikan efek jera atau kapok pada pelaku yang sengaja melakukan tindakan melanggar hukum pada bidang kehutanan. 

Kita juga perlu mengawasi proses penegakan hukum agar berjalan seadil-adilnya. Pelanggaran yang biasanya terjadi adalah pembakaran hutan, pembukaan lahan dan ilegal loging.



7. Bijak dalam Menggunakan Kertas


Salah satu hasil hutan yang menjadi kebutuhan penting adalah kertas. Kertas berasal dari pohon dan pohon berasal dari hutan. Oleh sebab itu maka penggunaan kertas semestinya lebih di kontrol supaya tidak berlebihan.


8. Inovasi Alternatif Hasil Hutan


Berkaitan dengan no 7 maka perlu adanya inovasi yang bisa menggantikan kertas maupun barang laiinya yang bersumber dari dalam hutan. 

Contohnya rotan yang saat ini telah banyak digantikan rotan tiruan dari plastik, kayu yang digantikan dengan besi untuk bahan bangunan. 

Jika ketergantungan manusia terhadap barang-barang yang bersumber dari hutan bisa dikurangi maka diharakan dapat menjaga kelestariain hutan.



9. Sigap Terhadap Adanya Gangguan Terhadap Hutan


Sebenarnya partisipasi masyarakat sangatlah penting dalam menjaga kelestarian hutan. Tidak bisa dipungkiri bahwa hutan memiliki banyak ancaman, baik dari manusia maupun alam. 

Kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran hutan membutuhkan kesigapan masyarakat sekitar dalam hal penanggulangannya.

10. Kerjasama Stakeholder 

Beberaa pihak yang berkepentingan perlu melakukan kerjasama dalam hal menjaga kelestarian. Pihak-pihak tersebut seperti pemerintah, pihak swasta, LSM, akademisi, dan laiinya. 

Komunikasi dan integrasi diharapkan membuat kepengurusan hutan semakin lebih baik dan tidak tumpang tindih. Kolaborasi yang optimal dari pihak-pihak tersebut bisa membantu melestarikan hutan.



11. Kampanye Pelestarian Hutan


Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak semua orang mengerti tenteng pentingnya hutan. Ada juga yang sudah mengerti namun tidak mau melestarikan hutan dan cenderung acuh, oleh sebab itu perlu kampanye tentang pelestarian hutan. 

Bentuknya bisa seminar, diskusi dan penyuluhan yang menyadarkan dan mengajak secara bersama-sama untuk aktif melestarikan hutan.

12. Penerapan Konsep Ekowisata Di Hutan

Di Indonesia saat ini banyak sekali lokasi atau destinasi wisata yang mengggunakan atau berada di dalam kawasan hutan seperti taman nasional, taman hutan raya, hutan mangrove, hutan lindung dan laiinya. 

Jika penggunaan konsep wisata maka bisa jadi akan ada kerusakan hutan, namun jika konsep ekowisata diterapkan maka akan meminimalisir kerusakan. Karena salah satu prinsip ekowisata adalah mendukung upaya konservasi terhadap lingkungan.



13. Melakukan Kajian Tentang Hutan


Kajian atau penelitian tentang kehutanan perlu dilakukan sebagai sumber kumpulan data mengenai keadaan hutan.

Banyaknya hasil riset diharapkan dapat menunjang pengembangan di bidang kehutanan sehingga mampu berkontribusi terhadap kelestarian hutan.



14. Memperbanyak Dana Untuk Pelestarian Hutan


Tidak bisa kita pungkiri bahwa dari ke 13 cara melestarikan hutan diatas membutuhkan dana. Dana-dana tersebut bisa bersumber dari pemerintah, pihak swasta, masyarakat dan pihak laiinya. 

Dari pihak pemerintah tentu ada anggaran untuk kegiatan pelestarian hutan, selain itu juga bisa bersumber dari pihak swasta atau perusahaan yang biasanya disebut dana CSR. Kita pun bisa berkontribusi secara swadaya.


Ilsutrasi

Nah, itulah 14 cara melestarikan hutan yang ada disekitar kita. Menjaga hutan agar tetap lestari sebenarnya tanggung jawab kita bersama. 

Perlu kita sadari bahwa hutan adalah tempat tersimpannya air yang akan kita gunakan, jika hutan mulai tidak lestari maka kemungkinan terburuk adalah menipisnya cadangan air. Semoga keberadaan hutan bisa tetap lestari sehingga masyarakat bisa sejahtera.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter