Tuesday, January 2, 2018

Perjalanan Murah Lampung ke Jogja Kamu Berani Coba

Majalah Lampung - Backpacker atau perjalanan murah Lampung ke Jogja. Ada banyak alasan yang membuat orang bepergian dari Lampung ke Jogjakarta. 

Bacpacker dari Lampung ke Jogja
Ilustrasi: Foto backpackerbus.co.nz

Ada yang berkunjung karena pulang kampung, mengunjungi  keluarga, teman, kuliah atau jalan-jalan. Tim kami juga pernah mencoba “ngeteng” dari Jogja ke Lampung. Saat itu ia hendak pulang dari liburan di Jogja bersama 3 rekannya. 

Sebenarnya awal mula mereka berangkat ke Jogja beramai-ramai, namun setelah kegiatan selesai, satu persatu dari mereka pulang dengan caranya masing-masing. Ada yang pulang dengan menyewa bus, naik pesawat dan mereka ber 4 ini memilih “ngeteng” dari Malioboro sampai Terminal Rajabasa Lampung.

Perjalanan dimulai dengan menaiki ojek online yaitu gojek. Dari Malioboro ke Stasiun Lempuyangan Jogja tarifnya Rp 5000.  Selanjutnya yaitu membeli tiket kereta api Stasiun Lempuyangan tujuan Pasar Senen Jakarta.

Gerbong yang dinaiki adalah Kereta progo (Ekonomi C) dengan harga tiket Rp 115.000 yang dibeli dari salah satu aplikasi online.  Waktu berangkat pukul 14:45 dengan estimasi perjalanan sekitar  9 jam. Artinya sekitar jam 12 malam bisa sampai di senen.

Karena pada saat itu sampai di stasiun pada jam 1 siang, jadi menunggu kedatangan kereta hampir 2 jam. Untungnya di stasiun ada fasilitas ruang tunggu yang nyaman. Suasana stasiun sangat ramai dan padat, ada “bule”, pelajar dan calon penumpang lainnya yang sama-sama menunggu kereta.

Akhirnya kereta tiba sesuai jadwal, perjalanan kereta dimulai. Selama di kereta suguhan pemandangan beragam.  Mulai dari persawahan, perkotaan sampai gemerlap lampu malam. Di beberapa stasiun kereta berhenti menaikan dan menurunkan penumpang, hal ini yang membuat memakan cukup banyak waktu.

Kondisi kereta cukup nyaman, ada AC dan tempat duduknya pun enak. Di kereta juga ada petugas yang menjual makanan resmi dari PT KAI.  Meski begitu ada salah satu stasiun pemberhentiaan yang ternyata dijadikan tempat beli makan. Namun kami lupa nama stasiunnya. 

Kereta cukup lama berhentinya, jadi penumpang bisa turun dan beli makan, namun tetap dengan terburu-buru. Pedaganpun sudah menyiapakan bungkusan nasi, namun belum diberi lauk pauknya. Jadi ketika pembeli memesan, si penjual dengan cepat memasukan lauk pauknya.  Harganya juga terjangkau, nasi sayur dengan telur hanya Rp. 12.000.

Sekitar jam 12 malam lebih, kami sampai di Stasiun Senen Jakarta.  Diluar stasiun sudah ramai “kang ojek”, ojek online, taksi dan bus travel yang menawarkan tumpangan kepada penumpang kereta yang baru turun.

Kami pun selanjutnya menuju Terminal Kalideres, dari senen ke kalideres kami naik bus travel dengan tarif  Rp. 5000 per orang. Kenapa kami pilih langsung ke Terminal Kalideres? Karena menurut informasi, malam masih ada bus tujuan Pelabuhan Merak. (Lebih lengkap: Bus Kalideres ke Merak)

Sekitar 10 menit kami sampai, dan ternyata tidak ada bus yang beroperasi ke merak malam itu. Bus memang banyak, namun supirnya istirahat.  Akhirnya kami menginap di depan kantor satpam. Kami tidak sendiri, melainkan ada juga calon penumpang lain yang juga tidur di area tesebut.

Adzan subuh terdengar dan suara mesin bus juga mulai terdengar. Sehabis subuhan para sopir mulai jalan. Dan selanjutnya kami menaiki Bus Arimbi tujuan Pelabuhan Merak Banten. Ongkosnya Rp 23.000 per orang.

Sampai juga kami di merak, karena naik bus jadi kami turun di terminalnya. Jadi sekitar 1 km kami jalan kaki menuju dermaga penyeberangan.  Sebelum akhirnya sampai di depan loket kapal penyeberangan. Saat itu per orang dikenai biaya Rp. 15.000.

Di kapal, karena kami kelelahan akhirnyapun menyewa ruangan tidur khusus yang ada di dalam kapal. Biaya sewanya Rp 10.000. namun untuk tidurnya tidak ada bantal maupun guling.  Jadi cukup “ngemper” saja. Untungnya ruangan berAC jadi lumayan untuk mengurangi gerah.

Sekitar 3 jam perjalanan laut, akhirnya sampai juga di tanah lada. Dengan gaya khas, sopir  travel dan bus menyambut kami “mana mb mas, basa ya basa ya”.  Kalau dari logatnya kami menebak bahwa mereka orang Lampung asli.

Untungnya diantara kami berempat ada salah satu orang Lampung asli Pesisir Barat. Ia pun mencoba menawar harga travelnya.  Akhirnya kami “deal” di harga Rp. 50.000 sampai depan rumah (diantar sampai rumah masing-masing di Bandar Lampung).

Kenapa pilih tarvel? Sebenarnya banyak bus. Namun karena memang badan sudah capek kami ingin cepat sampai rumah oleh sebab itu memilih travel yang jalannya lebih awal dan cepat ketimbang bus.
Kalau dirincikan, total biaya kami sampai ke rumah yaitu:
  • Gojek Malioboro- Lempuyangan: Rp 5.000
  • Kereta Lempuyagan- Senen: 115.000
  • Bus Travel Senen- Kalideres: Rp 5.000
  • Bus Kalideres- Merak Rp 23.000
  • Kapal: Rp 15.000
  • Travel Bakauheni- Bandar Lampung: Rp 50.000
  • Total biaya:Rp 213.000
  • Biaya makan dan sewa kamar kapal: Rp. 12.000 + Rp. 10.000
  • Total + tambahan: Rp 235.000
Jika Anda dari Lampung, dan ingin mencoba cara ini maka tinggal dibalik arah perjalanan dan menyesuakan lagi jadual berangkatnya. Perjalanan “ngeteng” ini sangat seru dan menurut kami sangat murah.

Cerita dan ulasan terkait backpacker lainnya
Backpacker ke Pahawang dari Palembang
Backpacker ke Pahawang dari Jakarta

Nah, itulah perjalanan murah Jogja ke Lampung atau sebalinya dari Lampung ke Jogja. Cocok juga untuk Anda yang ingin jalan-jalan atu liburan ke Daerah Istimewa dengan budget murah.

Tags: Bacpacker dari Lampung ke Jogja | Ngeteng Lampung Jogja | Ongkos Lampung Joga Murah 
2 comments:
Write comments

Join Our Newsletter