Wednesday, February 21, 2018

Contoh Puisi Lampung dan Penjelasannya

Majalah Lampung - Puisi Bahasa Lampung. Puisi merupakan salah satu karya yang sampai saat ini masih sering kita dengar atau kita baca. 

Biasanya puisi dibacakan saat ada acara atau event tertentu. Puisi juga sampai saat ini sering dilombakan. 

Buku puisi baru pun masih banyak yang diterbitkan, untaian kata dalam sebuah puisi memang indah sehingga sampai kapanpun akan tetap menggema.

Ilustrasi

Namun tahukah anda bahwa ada puisi Lampung? Ya, di Lampung terdapat puisi yang merupakan sebuah karya sastra yang diwariskan secara turun menurun dari orang tua kepada anak-anaknya. Puisi tersebut masih tergolong dalam pusi lama yang terikat oleh jumlah baris dan juga rima.

Sebagaimana yang kita ketahu bahwa Lampung memang terdiri dari banyak marga, oleh sebab itu ada penambahan di dalam sastranya, tetapi pada prinsipnya adalah sama. 

Pembedanya terkadang adalah pada istilah-istilahnya saja. Nah, berikut ini adalah sastra yang berasal dari Lampung Pubian.

Asihan
Sekiman
Pisaan
Incang-incang
Ringget

Asihan 
Asihan adalah sekelompok kalimat yang mempunyai kata-kata penggugah hati. Asihhan berasal dari kata dasar kasih. Contohnya:
Dedaku dedek ghatu
Cahayaku pagha timah
Tunduk kasih saying
Hati umat semanusia kepadaku


Sekiman 

Sekiman adalah sastra lisan yang berisikan teka-teki, nantinya teka-teki ini dijawab oleh lawan bicara. Ada 2 sekiman yakni sekiman biasa dan sekiman dalam bentuk syair. Coontohnya:

Sekiman biasa
Behenak lain iwa
Bersisik Bukan Ikan
Bupayung lain ghaja
Berpayung Bukan Raja

Pada contoh diatas adalah mengenai teka-teki bersisik bukan ikan dan berpayung bukan raja? Jawaban tek-teki ini adalah buah nanan.

Sekiman biasa syair
Wat hiwan ngaban kaban
Ada hewan yang ukurannya sangat besar
Balak lighu jak gedung
Besarnya menyamai ukuran rumah
Baghong ya kahausan
Saat dia kehausan
Nginumni dibantu ighung
Minumnya dibantu hidung

Pada contoh diatas adalah mengenai ada hewan yang berukuran besar, sebesar rumah dan ketika haus ia menggunkan hidung untuk alat bantu minum. Jawabannya adalah gajah, dalam bahasa Lampung adalah Liman.

Pisaan 
Sapa sai haga ngebantu
Lamun nyak dang susah
Ukhikni dang buntu
Kawai nyak sampai jadi basah

Basahni keringat bekas keringatku
Niku memang mak busalah
Tapi niku abangku
Sai kujadikan penyandar susah

Hinji jadi ceghita ughiku
Sai ngebuat nyak jama abang jawoh
Abang mak nerimo susahku
Abang malah ngelapah jawoh

Dadi, incang-incang, ringget
Nah, untuk contoh Dadi, incang-incang dan ringget kami belum mendapat contohnya. Namun seperti yang dikatakan tadi bahwa prinsipnya sama, perbedaan hanya pada istilah.

Itulah sedikit ulasan mengenai contoh puisi Lampung dan penjelasannya. Mari kita lestarikan adat budaya Lampung agar anak cucu kita kelak masih bisa menjumpainya dan menikmatinya. 

Salah satu cara melestarikannya adalah belajar dengan baik di sekolah tentang materi muatan lokal bahasa lampung dan juga mengaplikasikannya di lingkugan. Semoga contoh puisi Lampung ini dapat menjadi referensi anda.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter