Sunday, February 25, 2018

Ini Rute Pendakian Gunung Seminung 1881 Mdpl

Majalah Lampung. Salah satu gunung yang mempunyai panorama indah di Lampung adalah Gunung Seminung yang terletak di Lampung Barat.


Rute Pendakian Gunung Seminung
Foto Puncak Seminung

Dengan ketinggian  1881 mdpl, gunung berdiri megah diatas Danau Ranau. Lalu bagaimana sebenarnya Rute pendakian gunung seminung, jalur pendakian dan hal lain terkait gunug istimewa yang terletak di dua Provinsi ini.

Misteri Gunung Seminung


Menurut tetua masyarakat Ranau dan lima suku di OKU Selatan ini meliputi, Marga Ranau, Haji, Daya, Kisam, dan Semende dipercaya secara turun temurun bahwasannya asal usul, Danau Ranau ini berasal dari pohon ara raksasa.

Konon, di zaman dahulu tepat tengah-tengah danau saat ini tumbuh lah Pohon Ara raksasa berwarna hitam.

Kemudian pohon tersebut ditebang dan mengeluarkan air dan akhirnya meluas hingga membentuk Danau.

Sedangkan, batu, tanah dan pohon ara melintang besar akibat serpihan dari  tumbangnya pohon ara menjadi bukit ada sekeliling Danau Ranau dan satu diantaranya adalah Gunung Seminung.

Cerita ini dipercayai bagi sebagain masyarakat sekitar sampai saat ini.

Kawah Gunung Seminung

Saat kami berada di puncak gunng, memang terdapat lubang besar seperti kawah gunung. Kondisinya tidak aktif.

Edelweis Gunung Seminung

Bunga ini meruoakan salah satu bunga yang diincar oleh banyak pendaki. Namun saat kami berkunjung ke gunung ini kami tidak menemukannya.

Tapi dari beberpa referensi, bunga Edelweis ditemukan di Seminung. Pada pendakian Gunung Leuser dari Kedah, Kabupaten Gayo Lues, bunga edelweis baru dijumpai setelah perjalanan 2 hari, pada ketinggian sekitar 2891 mdpl,

Gunung Semiung tidak setinggi gunung ini, namun di google anda bisa meliaht unggahan bunga ini di Seminung.

Mitos Gunung Seminung

Kami bertanya kepada juru kunci mengenai mitos-mitos yang ada. Namun ia hanya menjawab bahwa  pakailah etika alam. Jangan neko-neko saat mendaki, seperti berbicara jorok dan lainnya. Bagi yang muskim pun wajib tetap beribadah sekama pendakian.

Rute Gunung Seminung

Dari pantauan kami ada 2 rute yang bisa dilalui untuk sampai ke puncak gunung ini yakni melalui Kotabaru Sumatera Selatan dan juga Lumbok Lampung Barat.

Untuk waktu tempuh kedua berbeda, jika via Lumbok sekitar 1 – 2 jam, namun jika via Kotabaru 2- 3 jam.

Ada kesempatan lalu tim Majalah Lampung bersama beberapa mahasiswa dari Lampung dan Sumatera selatan mendaki Gunung Seminung dengan melalui rute dari Kotabaru. 

Hal ini kami pilih karena sebelumnya kami menginap di rumah rekan kami di Gunung Raya Sumatera Selatan.

Perjalanan dimulai dari pelabuhan Danau Ranau yang ada di Kotabaru. Kami menuyeberangi danau untuk menuju jalan pintu masuk rute pendakian. 

Saat ini 5 orang penumpang  membayar total Rp 15.000. Sebelum itu  juga kami menitipkan kendaraan kamidi rumah seorang penduduk di dekat danau ranau. 

Ia meminta biaya penitipan sebesar Rp 40.000 untuk 2 malam dengan 4 motor. Artinya per motor dikenai biaya Rp 10.000.

Sebelum masuk ke rute pendakian, kami mencari salah seorang juru kunci. Hal ini kami lakukan sebagai upaya mematuhi prosedur pendakian. 

Kami pun bertemu dengan juru kunci terbsebut, ia menanyakan identitas dan memberi penjelasan mengenai adanya biaya untuk gotong royong membangun jalan di wilayah setempat. 

Ia tidak mewajibkan pembayaran tersebut, namun kami pun dengan berpatungan memberikan sumbangan terhadap program yang positif itu.

Setelah izin, kami memulai pendakian. Mulanya kami disambut dengan perkebunan kopi dan merica/lada. 

Jalanan cukup menanjak dari awal, 1 jam perjalanan kami bertemu dengan gubuk masyarakat, ia sedang memanen buah alpulat di kebunnya.

Sekitar 15 menit dari gubuk tersebut kami akhirnya masuk ke pintu rimba Gunung Seminung di shalter 1. 

Mulai dari sini kanan kiri jalan pendakian adalah hutan. Pepohonan cukup rapat dan rute pendakian ini terbilang selalu menanjak, jarang dijumpai jalan yang datar.

Sekitar 1 jam sebelum sampai di puncak, jalan pendakian sangat terjal. Seperti yang nampak ada foto dibawah ini. Pendaki mesti berpegangan di tali tambang yang telah disediakan.


Rute Pendakian Gunung Seminung


Bahkan juga berpegangan pada aka pepohonan yang nampak ke permukaan.

30 menit sebelum sampai, perjalanan kami melewati semak belukar yang tidak ada pepohonan besar. hal ini akibat dari kebakaran gunung seminung beberapa tahun lalu. 

Kabut juga ikut membuat suasana pendakian cuku menantang. Jarak andang kami terbatas dan udaranya dingin.  Meski tidak hujan, kabut tersebut cukup membasahi pakaian kami saat itu.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter