Monday, February 19, 2018

Sejarah Adat Daduai Lampung dan Juga Pelakasanaanya

Majalah Lampung - Sejarah Adat Daduai Lampung dan Juga Pelakasanaanya. Tabik Pun. Sebagai orang Lampung tentu anda cukup mengetahui terkait adanya upacara adat Daduai. 

Adat daduai ini dimaksudkan untuk mendamaikan perselisihan antara dua pihak keluarga yang terjadi akibat adanya sebambangan. Upacara adat daduai samai saat ini masih tetap ada di Lampung.

Sejarah Adat Daduai Lampung
Ilustrasi

Sebambangan yang dimaksud adalah adanya pemuda dan pemudi  yang jatuh cinta dan ingin serius untuk melanjutkan ke tahap atau jejang pernikahan agar mereka dapat berumah tangga. 

Namun karena ada alasan tertentu, mereka berdua sepkat untuk menempuh jalan pelarian atau biasa disebut dengan sembangan.

Nah duduai ini berasal dari kata “Uai” yang berarti air. Dalam hal ini filosopi yang dimaksudkan adalah sifat dari pada air yang mampu meredampakn api amarah yang diakibatkan adanya sembangan tersebut. 

Ya sebgaiamana yang kita pahami bahwa api akan padam dengan air, baik disiram atau hanya terkena air saja.


Pelaksanaan upacara ini dimulai dari kegiatan berdandan atau berhias di rumah lunik, kemudian sang pengantin wanita di arak menuju syahibul hajat atau rumah sang pengantin pria. 

Kemudian ada perizinan atau salam pembuka dari  peserta arak-arakan. Kemudian ada penyambutan dari pihak syahibul hajat  yang juga mempersilahkan mereka para rombongan pengarak untuk duduk. Kemudian ada kata sambutan dari kedua pihak. Dalam pekasanaan kegiatan semuanya menggunakan kasidah.

Nah, sebelum rombongan arak-arakan masuk ke dalam rumah, mereka disambut dengan diberi langira yakni beras yang dicampur kunyit. 

Selanjutnya pengantin pria dan wanita duduk berhadapan dengan disuguhi air kelapa yang dikamsudkan sebagai pendingin.

Adapun perlengkapan upacara daduai yakni: alat musik (talo balak dan dikir), perlengkapan busana (bisana Sai Batin, busana penglaku dan busana penari) dan perlengkapan hiasan rumah tanggga.

Upacara ini memang penuh dengan makna, sampai saat ini pun masih dilaksanakan. Dalam hal ini kita sebagai warga suku Lampung semoga tetap mau dan mampu melestarikannya. Karena memang budaya kita ini semestinya dijaga.

Nah, itulah sedikit ulasan mengani sejarah adat daduai Lampung dan juga pelaksanaanya. Semoga dapat memberi referensi bagi anda da kita. 

Kami memohon maaf apabila ada keleliruan dalam penyampain, penulisan ini adalah dari pengamatan tim Majalah Lampung selama ini.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter