Friday, April 6, 2018

Kolam Renang Peninggalan Belanda di Sungai Langka Pesawaran

Majalah Lampung - Kolam Renang Peninggalan Belanda di Sungai Langka Pesawaran. Siapa sangka di tengah-tengah pembangunan yang masiv ini masih ada situs peninggalan masa penjajahan kolonial Belanda. 

Ya, di Lampung ada situs kolam pemandian tua yang saat ini masih digunakan, tepatnya di Desa Sungai Langka. Peninggalan yang bersejarah ini terletak di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. 

Kolam ini dibangun sekitar 1919 dan dipercaya sebagai tempat pemandian istri-istri dan keluarga pemerintah Belanda. Panjang kolam ini sekitar 50 m dengan kedalaman mulai dari satu setengah meter hingga 4 meter. Oleh warga sekitar, kolam ini sering dinamai dengan sebutan “bak mandi”.

Kolam Renang Peninggalan Belanda di Sungai Langka
Gambar Kolam Renang Peninggalan Belanda di Sungai Langka Lampung

Kolam ini terisi air saat musim hujan dan bisa digunakan untuk mandi. Tak sedikit Masyarakat Desa Sungai Langka yang menjadikan kolam ini sebagai tempat mandi. 

Bahkan ada juga yang datang dari luar desa dan dari Kota Bandar Lampung. Sore hari dan pagi hari menjadi waktu favorit para pengunjung kolam ini.

Baner Info Kolam Peninggalan Belanda

Kolam ini berada tepat di perbatasan kawasan Hutan Taman Hutan Raya Wan Abdur Rahman (Tahura WAR).  Di sekitar kolam juga ada pepohonan rindang, bahkan masih ada pohon dengan diameter sangat besar. Boleh juga dibilang kalau aliran air berasal dari Gunung Sukma Ilang. Salah satu gunung di Lampung yang terkenal mistis. 

Dari dalam kawasan hutan inilah jernih dan dinginnya air kolam didapat. Dari kejauhan nampak birunya air di dalam kolam yang menandakan bahwa airnya jernih. Struktur kolam ini dibuat dari beton atau semen, di dasar kolam memang masih ada sedikit tanah dan beberapa serasah daun pohon yang jatuh.


Sampai saat ini belum ada pengelolaan terhadap situs ini sehingga tidak ada penarikan biaya untuk masuk atau mandi di kolam ini.  Bisa dibilang lokasi ini dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan sama sekali.

Beberapa tahun lalu sebenarnya tim Majalah Lampung sudah pernah mendatangi lokasi ini. Namun dahulu kondisi nya berbeda.  Saat itu kolam menjadi lahan tanaman labusiam milik warga. Namun menurut warga beberapa waktu lalu kolam dibersihkan. Kemudian hujan datang dan kolam terisi air penuh.

Bagi nada yang tertarik mengunjungi kolam ini, kami merekomendasikan waktu pagi hari. Mengapa demikian?  Karena air kolam bisa sangat jernih sekali saat pagi hari. Hal ini karena jumlah pengunjung tidaklah terlalu banyak.

Di kolam ini tidak ada pengaman dan penjaga, jadi anda mesti berhati-hati. Terutama untuk yang membawa anak-anak. Setelah anda berkunjung ke kolam, anda juga bisa berkunjung ke beberaoa kebun buah yang ada di desa sungai langka. 

Desa Sungai Langka telah di desain sebagai desa agrowisata. Beberapa buah yang bisa anda nikmati diataranya salak, strawbery, labu, jambu kristal dan jeruk. Nah, itulah kunjungan kami ke tempat alami semacam Kolam Renang Peninggalan Belanda di Sungai Langka.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter