Saturday, May 26, 2018

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik, Dialog Indonesia Maju

Majalah Lampung. Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik. Selama ini biaya bahan panganan atau barang lainnya memiliki kecenderungan kenaikan harga akibat sarana jalan atau konektivitas yang buruk. Biaya perjalanan yang panjang dan rumit cenderung ikut mempertinggi harga-harga barang.

Suoh misal, daerah yang ada di pelosok Lampung Barat ini selama bertahun-tahun terisolir karena aksesnya buruk. Kondisi jalan yang buruk dan medan yang melintasi pegunungan membuat transportasi menuju Suoh sangat sulit untuk dijangkau.


Kondisi Jalan Menuju Suoh Sebelum Dibeton (Foto: Wawan Setiawan)


Transportasi sulit tersebut berakibat pada susahnya logistik masuk ke Suoh. Hal ini menyebabkan harga barang di Suoh menjadi mahal, misal harga premiun yang saat itu normalnya Rp. 7.500 menjadi lebih tinggi yakni dikisaran Rp 9.000 sampai Rp 11.000 per liternya. 

Tak BBM, bahan lain seperti tepung, gula, minyak, dan lainnya pun memiliki harga lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Lampung Barat.  Pada kasus ini akses menjadi faktor yang utama yang mempengaruhinya.

Karena hal itulah Suoh menjadi sedikit tertinggal dibandingkan daerah-daerah lain di Lampung Barat. Namun kini keadaanya berbeda, akses ke Suoh sudah diperbaiki. Jalan beton yang mulus sudah dibangun dari Kuta Besi Lampung Barat menuju Suoh.

Keadaan jalan yang sudah apik ini ikut menurunkan harga-harga di Suoh. Bahan bakar dan bahan makanan memiliki harga yang tak begitu jauh dengan harga di kawasan lainnya.

Dalam hal ini dapat diartikan bahwa konektivitas yang baik menuju Suoh dapat menekan harga atau biaya. Hal serupa dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara pada acara Dialog Nasional “Indonesia Maju” di Universitas Bandar Lampung  (UBL) pada Senin (14/05/18) lalu.

“Konektivitas sangat penting, saat ini bandara kita sudah memiliki banyak jadwal rute penerbangan internasional. Bahkan Bandara Soekarno Hatta menjadi salah satu penerbangan tersibuk melayani penerbangan internasional” Kata Budi.


Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: IST)


“Di Lampung juga dibangun jalan tol, harapannya logistik bisa lancar. Harga-harga bisa tertekan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat” Imbuhnya

Jika meninjau pada studi kasus di lapangan, memang akses sangat berpengaruh terhadap harga-harga. Akses yang baik dapat menekan harga-harga yang melambung akibat biaya selama perjalanan.

Salah satu contoh paling nyata yang bukan rahasia lagi adalah harga bahan dan barang di Papua yang sangat berbeda jauh dari wilayah lain di Indonesia. Daerah timur Indonesia ini kini menjadi daerah prestisius pembangunan akses jalan untuk mengkoneksikan antar daerah, terutaman daerah-daerah pegunungan.

Dengan itu harapannya di Papua akan ada pemerataan harga dengan wilayah lainnya di Indonesia. Konektivitas diharakan menjadi mendorong kemajuan Indonesia “jika konektivitas baik maka diharapkan kita bisa maju lebih cepat”  tegas Budi.

Dalam acara Dialog Nasional “Indonesia Maju” ini tak hanya menteri perhubungan saja yang hadir, ada Dr. H. Irdus Marham (Menteri Sosial Ri) dan Prof. H. Mohammad Nasir, PhD., Ak. (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi). 


3 Menteri yang Hadir (Foto: Radar Lampung)


Ketiganya menjadi pembicara secara bergantian di depan ribuan mahasiswa asal Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Tak hanya mereka bertiga yang menjadi pembicara tercatat Prof. Dr. H. Slamet widodo, M.S., M.M (Koordinator Kopertis Wilayah II), Ir. Hi. Firmansyah Y. Alfian., MBA., M.Sc (Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung) dan Dwi Soetijipto (Perwakilan LPP Edukasi).

Dan berikut ini adalah pesan yang disampaikan para oleh pembicara di acara Dialog Nasional “Indonesia Maju” kemarin.

Pesan Menteri Perhubungan Untuk Masyarakat Lampung

Selain sampaikan konektivitas untuk menurunkan biaya logistik, menteri perhubungan juga menyinggung soal mudik. Ia meminta kepada mahasiswa yang saat itu menjadi audience dan juga masyarakat Lampung secara umum untuk ramah terhadap pemudik yang akan melewati Lampung.

“Mayarakat Lampung harus ramah terhadap pemudik yang akan melintasi Lampung, tahun lalu ada 2 juta lebih pemudik yang melintasi Lampung” Kata Budi.

“Lampung sebagai gerbang Sumatera dari Pulau Jawa, mereka yang akan pulang kampung ke Sumatera akan melewati Lampung. Lampung adalah lokasi yang strategis, dan semoga kedatangan pemudik itu memeberikan rezeki kepada masyarakat Lampung” Imbuh Budi.

Letak Lampung memang sangat strategis, tak hanya sebagai gerbang Pulau Sumatera namun Lampung juga relatif dekat dengan DKI Jakarta. Jika kita melihat data mengenai pasokan bahan makanan ke Jakarta, Lampung adalah salah satu pemasok terbesar untuk ibukota.

Kini jalan tol relah dibangun, dan pelabuhan kelas internasional sedang tahap pembangunan. Bandara yang sudah direnovasi juga semoga mendatangkan kemaslahatan untuk masyarakat Lampung terutama dalam bidang ekonomi. 

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Paparkan Hasil Kerja Dan Sampaikan Rasa Simpati Terhadap Kasus Bom

Menjadi pembicara kedua, Prof. H. Mohammad Nasir, PhD., Ak. (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) menyampaikan banyak hal terkait capaian selama masa kerjanya. Salah satu yang paling menonjol adalah capaian publikasi jurnal intrenasional.

Ia mengatakan kompetisi perguruan tinggi Indonesia saat ini masih jauh dari negara-negara di luar sana. Terutama dalam publikasi jurnal internasional.

Laporan tahun 2015 Indonesia hanya menerbitkan 4.200 jurnal internasional. Jumlah itu sangat jauh dengan terbitan Singapura sebesar 18.000 dan Thailand 9.500 serta Malaysia 28.000 terbitan.

Tetapi tahun lalu (2017) Indonesia memiliki rekor paling baik dalam sejarah selama 20 tahun terakhir. Tercatat ada 18.850 terbitan jurnal internasional dari Indonesia. Angka tersebut mengungguli Thailand yang hanya menerbitkan 16.800 jurnal.

Di tahun ini sampai bulan April (2018), Indonesia sudah menerbitkan 6.500 jurnal. Angka itu ada diatas Singapura yang pada periode sama telah menerbitkan 6.150 jurnal. Dengan sisa waktu yang masih ada beberapa bulan lagi menteri optimis bahwa jumlahnya akan terus meningkat.

Tak hanya capaian mengenai jurnal, kini ada banyak beasiswa yang bisa diambil oleh para mahasiwa-mahasiwa. “Tiap tahun jumlah penerima akan bertambah, jka ingin mendapatkannya makanya berprestasi” tegas  M. Nasir.

Yang menarik sebelum Pak Menteri menyampaikan capaian-capaian itu, ia menyampaikan rasa simpati atas kejadian bom di Surabaya yang terjadi pada Minggu 13 Mei 2018. Ia mengatakan bahwa kita harus bersimpati terhada kejadian bom di Surabaya.

“Kita harus bersimpati terhadap adanya kejadian bom di Surabaya. Dan saya tekankan bahwa terosrisme tidak ada hubungannya dengan suku dan agama. Kampus harus menjadi gerbang penangkal radikalisme” Tegasnya.

Mensos, Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Mereka (Mahasiswa)

Menteri sosial menjadi pembicara ketiga sekalgus yang terakhir dari ktiga menteri yang menjadi pembicara pada acara “Dialog Nasional Indonesia Maju” kemarin.

Dengan lantang ia mengatakan bahwa masa depan Indonesia ada di tangan para mahasiswa yang hadir di acara tersebut.  “Masa depan Indonesia ada ditangan mereka (menunjuk ke arah mahasiswa)” Kata Irdus

Ia juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo terkait beasiswa. “Semua mahasiswa yang berjuang dan berprestasi patut diberi apresiasi (beasiswa) , itu pesan presiden” tegasnya.

Irdus juga bepesan bahwa jangan sampai mahasiswa terpengaruh dengan hal-hal yang negatif. Ada 3 kunci agar mahasiswa tidak terpengaruh yakni kritis, faktual dan logis. 

Koordinator Kopertis Wilayah II “Baru Kali Ini Dalam Sejarah Ada Pertemuan 3 Menteri Langsung Dengan PTS”.

Prof. Dr. H. Slamet widodo, M.S., M.M (Koordinator Kopertis Wilayah II) menyampaikan rasa bangganya terhadap acara yang Dialog Nasional yang dihadiri 3 menteri ini.

“Baru kali ini dalam sejarah ada pertemuan 3 menteri langsung dengan PTS, ini adalah perintah langsung dari presiden jokowi untuk mengadakan dialog nasional” kata Slamet.

Setelahnya ia mengatakan bahwa sudah ada 8000 lebih dari 217  Kopertis Wilayah II yang telah diberi beasiswa.  Bagi mahasiwa yang ingin mendapat beasiwa ia berpesan agar meningkatkan prestasi. 

“Mau dapat besaiswa dan mau jumlahnya ditambah lagi, makanya harus berprestasi” tegasnya.
Ia juga menyampaikan beberapa prestasi yang telah dicapai, salah satunya saat ini ada 8 dosen PTS yang sedang mengajukan menjadi guru besar.

Ketua Aptisi Lampung: Dialog Nasional 3 “Indonesia Maju” Adalah Momentum Jalin Persatuan Generasi Muda

Hadirnya 3 menteri dalam acara ini diharapkan menjadi momentum terjalinya rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI, terutama di kalangan mahasiswa dan generasi muda Lampung. Apalagi saat itu ada banyak mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

“Dengan tema dialog “Indonesia Maju” diharapkan mampu membangun spirit kebhinekaan dan bersatuan dalam wadah NKRI. Kita harus maju, baik maju dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan persatuan,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung, Ir. Hi. Firmansyah Y. Alfian., MBA., M.Sc.

LPP Edukasi Sebagai Perwakilan Penyelenggara Menyampaikan Pesan

Hadir dalam acara ini perwakilan penyelenggara yakni Dwi Soetijipto dari LPP Edukasi. Salah satu pesan yang ditangkap yakni ucapan terimkasih terhadap tuan rumah dan juga mahasiswa yang telah datang. 

Sebagaimana yang diketahui bahwa Lembaga Pengkajian Pendidikan (LPP) Edukasi didirikan oleh Dr. Wahyu Purwanto, MSIE pada tahun 2012 di Yogyakarta. 

Pada tahun 2011, Bapak Dr. Wahyu Purwant, MSIE ditunjuk sebagai tim penilai tingkat nasional. Melihat kondisi bahwa guru sebagian besar terhenti untuk mengurus kenaikan pangkat di golongan IV/a karena terkendala adanya persyaratan harus ada publikasi karya ilmiah. 

Berdasar pada masalah itu, beliau mencoba untuk berkontribusi memberi dorongan, bantuan, dan memotivasi agar guru bisa naik pangkat.

Ada Yang Unik, Effendi Ghazali Ajak Mahasiswa Tepuk Tangan Apa Adanya Ke 3 Menteri

Dalam dialog ini pakar politik Effendi Ghazali menjadi moderator, ada yang hal unik yakni adanya “tepuk tangan apa adanya”. 

Setelah 3 menteri menyampaikan pembicaaran dan capaian yang didapat selama menjabat, Effendi meminta kepada para mahaiswa untuk memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.

Mahasiswa pun meyambut dengan tepuk tangan sesuai isi hati mereka terhadap apa yang telah dicapai selama masa jabatan para menteri.

Tepuk tangan ini sebenarnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk jujur dalam mengapresiasi kinerja para menteri.

Setelah semua pebicara selesai, sekitar tengah hari acara itu ditutup dengan penampilan hiburan dari artis ibukota yakni 

Beberapa hal penting terkait capaian para menteri seperti publikasi jurnal, beasiswa mahasiswa dan juga konektivitas untuk menurunkan biaya logistik bisa menjadi pokok dialog ini. 
42 comments:
Write comments
  1. Dialog 3 Menteri ini memberikan pencerahan mengenai capaian-capaian mereka. Dengan capaian yang dihasilkan, tentu hal itu patut kita syukuri. Namun beberaa kekurangan juga mestinya disampaikan agar transparansinya ada. Salam Demokrasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar min, kekurangan bisa menjadi bahan evaluasi untuk kemajuan.

      Delete
    2. Setuju, demi menekan biaya agar bahan pokok lebih murah lagi.

      Delete
  2. Pembangunan memang harus berjalan untuk memajukan negara, idealnya sih harus merata. Jangan cuma di daerah-daerah tertentu saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar , semoga kedepannya merata disegala daerah

      Delete
  3. Hebat langsung dialog dengan 3 menteri. Semoga kedepannya Lampung secara khusus dan Indonesia secara umumnya bisa lebih baik lagi #2019gantipresiden

    ReplyDelete
  4. Sudut pandang yang menarik ... Lanjutkan

    ReplyDelete
  5. Apakah menurunkan harga logistik melalui peningkatan dan perbaikan konektivitas bisa benar-benar membantu masyarakat kecil di daerah terpencil? Jawabannya tidak, contohnya di beberapa daerah yang konektivitasnya baik pun tak bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kecil. Masukan kepada pemerintah, agat juga mau fokus ke hal2 lainnya, seperti membantu masyarakat kecil dengan menambah subsidi. Misalnya saja subsidi bibit dan pupuk bagi petani, dan mengurangi impor bahan pangan dari luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih saran dan masukannya kak, semoga pihak pemerintah membaca ulasan ini

      Delete
  6. Mantap, Terimakasih informasinya 🙏

    ReplyDelete
  7. Mantaaap artikelnya 👍 tapi coba dikritisi lagi dari sisi penggunaan kawasan Dan pihak pihak yg berkepentingan di sepanjang jalan akses masuk suoh tuh, meskipun ada enclave di suoh tapi tetap ada bagian bagian dari kawasan tersebut yg tidak dapat digunakan secara bebas.

    ReplyDelete
  8. Semoga saudara-saudara kita dj luar pulau jawa bisa segera merasakan jalan2 yang sedang dibangun pemerintah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin kak, semoga saja begitu. Tak hanya di Pulau Jawa yang banyak pembangunan, namun di lainnya juga

      Delete
  9. Bener banget, konektivitas bisa menjadi salah satu solusi untuk menurunkan biaya logistik, meskipun tidak mutlak. Tapi setidaknya, sudah ada upaya untuk menuju ke sana.

    ReplyDelete
  10. Makasih min, mantab infonya!

    ReplyDelete
  11. iya min masak saya beli mie ayam disuoh harganya 20.000/porsi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun 2015 lalu kami juga merasakan hal yang sama kak.

      Delete
  12. Konektivitas memang sangat penting, tapi sebelum pembaangunan sebuah sarana perlu dilakukan kajian. Apakah itu penting sehingga tidak terkesan formalitas saja.

    ReplyDelete
  13. Pemerintah seharusnya meratakan pembangunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sarannya, semoga saja kedepannya pemnagunan di tanah air merata ke semua penjuru negeri.

      Delete
  14. Semoga Kita sebagai Warga Negara yang baik, selalu bayar pajak sehingga pembangunan bisa menjadi merata.

    Dan semoga penghasilan adsense kita meningkat sehingga bisa bayar Pajak. :)

    ReplyDelete
  15. sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam kelangsungan harga barang barang ya..

    ReplyDelete
  16. Dengan adanya jalan yang bagus akses menjadi lancar
    Warga Suoh sudah sejak lama merindukan jalan yang sekarang sudah bisa dinikmati

    ReplyDelete
  17. Lampung pemasok logistik paling besar ke Jakarta, khususnya kelapa, buah-buahan dan jengkol. konektivitas, lebih tepatnya infrastuktur harus diperbaiki demi kelancaran distribusi/transpostasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Bang, saat ini sudah dilakukan pembangunan TOL dan rencana pembangunan pelabuhan yang lebih baik lagi.

      Delete
  18. Kesejahteraan masyarakat bukan hanya bertitik pada konektivitas semata. Tak guna akses jalan bagus, desa atau kota indah, pembangunan dimana-mana, sementara pengangguran merajalela. Tak guna subsidi dalam bentuk apapun jika tidak dituntun dengan semestinya. Karena subsidi tidak bermata, terkadang bisa nyasar kemana-mana. Masih cukup banyak faktor penghambat kesejahteraan masyarakat kecil di Negeri tercinta ini. Bahkan jika harus diuraikan, rasanya tidak cukup 7 cangkir kopi bisa terjabarkan semuanya. Tapi, ahh sudahlah ... waktu imsya' sudah hampir tiba. Hehe

    ReplyDelete
  19. harap usaha seperti ini akan berterusan

    ReplyDelete
  20. Pembangunan infrastruktur harus merata ke seluruh pelosok, jangan hanya tersentral di pulau Jawa.
    Jadi, semua wilayah tertata rapi dan sama majunya.

    ReplyDelete

Join Our Newsletter