Monday, July 9, 2018

Mengungkap Bahan Baku Gamolan Lampung dan Pekembangannya

Majalah LampungBahan baku dari gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing adalah tumbuhan bambu. Namun tak sekedar bambu biasa, pemilihan bambu dan proses pembuatannya lumayan rumit dan juga lama. 

Ilustrasi | Foto: Ist.

Ada banyak jenis bambu di Indonesia dan bahkan dunia. Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Nama lain dari bambu adalah buluh, haur, awi, aur, pring, dan eru. Bambu diklasifikasikan ke lebih dari 10 genus dan 1450 spesies. Di Indonesia, dapat dengan mudah ditemui 5 jenis bambu yakni bambu tali, wulung, ampel, petung, kuning, dan bambu tulup. Spesies bambu ditemukan di berbagai lokasi iklim, dari iklim dingin pegunungan hingga daerah tropis panas.

Bambu yang dipilih untuk pembuatan atau bahan baku dari Gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing ini adalah bambu petung (betung). Bambu ini dipilih karena ketebalan bambunya, sehingga diharapakn ada suara dan nada yang kuat dan bagus.

Setelah bambu dipilih, tak bisa langsung dibuat karena keadannya masih basah. Perlu dikeringkan dengan cara mendiamkannya selama setengah tahun sampai setahun. Setelah benar benar kering baru lah bambu ini bisa diproses dengan langkah membuat gamolan Lampung yang lumayan panjang dan rumit.

Bambu yang disimpan kemudian dipotong dan dibelah. Setelah itu bagian tersulit adalah menyelaraskan nada atau not yang dihasilkan oleh bambu itu. Jika sudah maka dirakit dalam bentuk gamolan atau cetik Lampung seperti gambar dibawah ini. 

Proses panjang ini bisa saja gagal jika salah dalam memilih bahan baku dari gamolan Lampung atau cetik dan atau gamolan pekhing ini. Misal saat awal pemilihan bambunya ternyata masih muda atau tidak cukup tua sehingga nantinya suara yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan.

Oleh sebab itu sangat riskan adalah pada proses awal pemilihan bambu. Ketelitian dan kecermatan pemilihan menjadi penentu dalam mencari bahan gamolan Lampung ini. Memilih bambu betung dengan kriteria seperti itu tentu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Seorang ahli yang memang sudah terbiasa dan familiar dengan bambu betung adalah pilihannya. Proses panjang dari pembuatan gamolan Lampung membuat alat musik ini cukup sulit untuk dijumpai.

Beberapa pakar mencoba memperkirakan awal mula atau sejarah mengenai cetik atau gamolan dan atau gamolan pekhing. Ada yang menyebutkan bahwa cetik ini sudah ada dan dimainkan oleh masyarakat Lampung kuno pada abad ke 4.  Artinya bahwa itu sudah sangat berumur.

Namun sebagian masyarakat Lampung tidak mengetahui dan mengerti tentang sejarah cetik ini, sehingga mungkin saja ini menjadi salah satu penyebab perkembangan cetik pada awal mulanya tidak berjalan dengan baik. Berbeda dengan angklung di Jawa Barat dan  Gamelan di Jawa yang masyarakatnya juga peduli dan mengerti (walaupun tidak semua tapi relatif banyak).

Ada yang memperkirakan bahwa gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yaitu gamelan pada kesenian tradisional Jawa dan kesenian tradisional masyarakat Sunda merupakan pengembangan dari cetik atau gamolan pekhing yang dibawa bersama masuknya Kerajaan Sriwijaya pada Dinasti Syailendra.

Terbukti bahwa kedua instrumen ini memiliki kesamaan dalam bentuk, bahan yang digunakan yang berbeda.  Ada pula yang memperkirakan bahwa gamelan-lah atau gamelan yang tumbuh kembang di Pulau Jawa yang menjadi inspirasi dibuatnya cetik/gamolan pekhing. 

Untuk lebih jelas lagi anda bisa membaca:
Langkah Membuat Gamolan Lampung
Kunci Gamolan Lampung

Kini alat musik ini masih sukar untuk dijumpai, walau nyatanya masih ada beberapa acara adat Lampung dan pertemuan yang menggunakan alat musik ini sebagai hiburan pertunjukan. Perlu adanya data, semangat motivasi dan aksi dari dinas terkait serta iringan masyarakat agar galoman Lampung atau cetik Lampung dan atau gamolan pekhing ini tetap eksis. 

Demikianlah infomasi dari kami terkait apakah bahan baku dari gamolan Lampung dan perkembangannya di bumi Lampung. 
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter