Monday, June 17, 2019

Harga Kopi Lampung Barat (Ketika Hanya Segitu) !!!

Majalah Lampung – Banyak yang mengira kalau jadi petani kopi itu sejahtera. Nyatanya tidak, tahun 2019 ini Tim Majalah Lampung mendatangi sejumlah petani kopi Lampung Barat terkait harga kopi di Negeri Diatas Awan tersebut. 

Kala itu mendekati moment lebaran dan pasca pemilu serentak 2019. Dua moment bahagia yakni hari kemenangan dan pesta demokrasi tersebut telah dan akan berlangsung. Tapi nyatanya beberapa petani tidak merasa senang, bahkan menyambutnya dengan rasa kesal.

Ist

Kenapa kesal ? Alasannya adalah harga kopi yang jauh dari ekspektasi. Jauh dari harga tahun sebelumnya, dan jauh dari kata “balik modal operasional”. Tahun 2018 harga kopi mencapai 25.000 rupiah, kini turun 10.000 rupiah.
Banyak yang mengeluhkan penurunan harga “tak berasalan ini”. 

Hitung saja kebutuhan petani dalam mengurus kebun kopi. Ada beberapa item missal pemupukan, merantung kopi, pembersihan rumput dengan pestisida hingga menggiling biji kopi menjadi green been.


Untuk pembersihan kebun kopi dari rumput, dalam setahun lebih dari 3 kali. Itu semua menggunakan biaya yang tidak sedikit. “hitung aja mas biaya semua pengurusan, kalau harga segini ya gak balik modal lah” ujar Fahli petani asal Dusun Tegajul Pekon Padang Tambak.

Dilansir dari kupas tuntas bahwa 80 % mata pencaharian masyarakat Lampung Barat adalah petani kopi. Tentu saja kini bisa dibilang bahwa mereka senasib terkait harga kopi ini.

Sebagaimana diketahui bahwa hampir tiap-tiap tempat di Pronvinsi Lampung, lebih-lebih di Lampung Barat memiliki ladang perkebunan kopi robusta yang terkenal berkualitas. Kopi asal Lampung Barat dikenal sebagai kopi pegunungan yang memiliki rasa khas.

Selain itu, kita juga mengetahui bahwa harga kopi di kafe, kedai kopi dan warung kopi “selangit”. Namun sayang harga kopi di petani sangat “pahit”.


Dengan harga kopi yang hanya 15.000 banyak yang mengatakan bahwa tidak balik modal dan tidak sedikit yang merugi. “Ya pupuknya aja saya minjam ke bank sudah besar, eh harga kopi malah Cuma segini. Bukan untung malah buntung” Ungkap kesal Fahli. (Wan/MajalahLampung2019)

NOTE: 
Kopi adalah salah satu oleh-oleh khas Lampung

Kebun kopi menjadi spot wisata di Lampung Barat
7 comments:
Write comments
  1. Ayah saya adalah petani kopi. Tiap tahun mengeluh dengan harga kopi. Bukan tidak bersyukur, tapi lebih ke keluhan mengenai acuhnya pejabat tentang harga kopi dan kesejahteraan masyarakat petani kopi. Kok acuhhhhh

    ReplyDelete
  2. Saya sarjana dari anak petani kopi Lampung

    ReplyDelete
  3. Kasiannnnnnn, min share ke pemda lambar min

    ReplyDelete
  4. Naikan harga kopi

    ReplyDelete

Join Our Newsletter