Tuesday, October 15, 2019

Apa Yang Kita Bawa ? Kisah Nyata Ustad Felix Siauw

Majalah Lampung – Sebuh postingan yang diawali dengan kata “Apa Yang Kita Bawa” di akun Instagram ustad Felix Siauw sungguh menyentuh. Putra Ustad Felix Siauw yang bernama Fatih, usianya 9 tahun. Ketika ada gempa (saat gempa banten dan Lampung), Fatih memeluk Al Quran dengan alasan agar Al Quran bisa menolongnya. "Ko, di perutmu itu apa?". Dijawab: "Al-Qur'an Ummi, Koko mau nyelametin Al-Qur'an biar nanti Al-Qur'an bantu Koko". 


Begini caption yang ditulis oleh ustad Felix Siauw di Instagram beliau yang terposting tanggal 2 Agustus 2019. Yang hingga artikel ini dibuat, telah dikomentari sebanyak 2117 komentar dan telah mendapatkan love sebanyak 111.000. Diketahui bahwa saat ini (September 2019) akun ustad felix siauw telah diikuti 4, 2 juta followers.

Bermalam di Bandung 02/08/19 bareng semua keluarga minus Alila yang ada di pesantren, ada pelajaran besar bagi saya di malam, peringatan lebih tepatnya. Saya meninggalkan keluarga sejak jam 15.00 di hotel, berbincang dengan sahabat, sebelum adzan isya saya pamit untuk kembali berkumpul bersama anak-istri

Di tengah jalan, tiba-tiba semua orang keluar dari rumahnya, bertepatan dengan itu @ummualila menelpon, "Abi tadi gempa!". Subhanallah, Allahuakbar. Pantas semua orang berlarian keluar, saya di dalam mobil sama sekali tak merasa, sebab jalan rusak parah lebih goyang ketimbang gempa. Saya cek kondisi keluarga

Dari telpon @ummualila mengabarkan semua aman, mereka dan tamu hotel semua di loby dan belum kembali keatas, trauma, dan masih menunggu kabar berikutnya. Lalu @ummualila cerita, Aia yang masih 6 tahun keluar tanpa sandal saking paniknya, tapi masih ingat untuk menyambar kerudung, sedang Ghazi menjaga Aia

Yang paling menarik, @ummualila cerita kalau Fatih, 9 tahun, mendekap Al-Qur'an dibawah bajunya. Ibunya yang baru sadar bahwa dia sedari tadi memeluk Al-Qur'an, bertanya. Tanya ibunya, "Ko, di perutmu itu apa?". Dijawab: "Al-Qur'an Ummi, Koko mau nyelametin Al-Qur'an biar nanti Al-Qur'an bantu Koko". Saya bingung, mau ketawa atau haru.

Apa yang kita bawa? Khususnya ketika kita dalam situasi panik seperti gempa? Tentunya adalah yang paling berharga bagi kita, dan saya malu dengan anak-anak sendiri. Apa yang kita bawa? Apalagi ketika mati, takkan mungkin yang tak biasa membaca syahadat bisa melafadzkan, begitu juga yang tak biasa sebut nama Allah. Semoga Allah selamatkan semua saudara kami di Banten dan sekitarnya. Allah jaga semua ummat ini dalam kebaikan. Apa yang kita bawa? Sudahkah kita menyadarinya?

Netizen pun beraksi dengan memberikan beragam komentar. Contohnya mahyudi_bin_asmat yang berkomentar “betul yang berharga itu aqidah kita, pesan2 Allah dalam Quran yang mestinya kita selalu baca supaya tau persis”. Kemudian unie_willi “Dalam keadaan panik menunjukan bagaimana dg Iman n Takwa kita kpd Rabb Semesta Alam begitu jg dg Aia n Koko. Terharu bgt baca status @ummualila n Ustadz @felixsiauw, Barakallah y Ummi & Ustadz serta Keluarga + smua Muslim di mana pun berada. Aamiin...”

Masyaallah, sungguh cerita yang mengharukan dan memberikan makna mendalam untuk kita pelajari. Yakni tentang apa yang kita bawa. Al quran, adalah pedoman hidup yang didalamnya terdapat petunjuk untuk kita selamat dunia akhirat. Tidak ada keraguan di dalam Al Quran sedikitpun.

Sudah sepatutnya kita menjadikan Al Quran sebagai petunjuk. Membacanya setiap hari, meresapinya dan menjalankan apa yang tertulis didalamnya. Karena kita yang akan kita bawa nanti adalah apa yang kita lakukan di dunia. Melalui petunjuk Al Quran, allah menuntun apa-apa saja yang kita bawa dan apa saja yang harus kita tinggalkan.



View this post on Instagram

Apa Yang Kita Bawa? Bermalam di Bandung 02/08/19 bareng semua keluarga minus Alila yang ada di pesantren, ada pelajaran besar bagi saya di malam, peringatan lebih tepatnya Saya meninggalkan keluarga sejak jam 15.00 di hotel, berbincang dengan sahabat, sebelum adzan isya saya pamit untuk kembali berkumpul bersama anak-istri Di tengah jalan, tiba-tiba semua orang keluar dari rumahnya, bertepatan dengan itu @ummualila menelpon, "Abi tadi gempa!". Subhanallah, Allahuakbar Pantas semua orang berlarian keluar, saya di dalam mobil sama sekali tak merasa, sebab jalan rusak parah lebih goyang ketimbang gempa. Saya cek kondisi keluarga Dari telpon @ummualila mengabarkan semua aman, mereka dan tamu hotel semua di loby dan belum kembali keatas, trauma, dan masih menunggu kabar berikutnya Lalu @ummualila cerita, Aia yang masih 6 tahun keluar tanpa sandal saking paniknya, tapi masih ingat untuk menyambar kerudung, sedang Ghazi menjaga Aia Yang paling menarik, @ummualila cerita kalau Fatih, 9 tahun, mendekap Al-Qur'an dibawah bajunya. Ibunya yang baru sadar bahwa dia sedari tadi memeluk Al-Qur'an, bertanya Tanya ibunya, "Ko, di perutmu itu apa?". Dijawab: "Al-Qur'an Ummi, Koko mau nyelametin Al-Qur'an biar nanti Al-Qur'an bantu Koko". Saya bingung, mau ketawa atau haru Apa yang kita bawa? Khususnya ketika kita dalam situasi panik seperti gempa? Tentunya adalah yang paling berharga bagi kita, dan saya malu dengan anak-anak sendiri Apa yang kita bawa? Apalagi ketika mati, takkan mungkin yang tak biasa membaca syahadat bisa melafadzkan, begitu juga yang tak biasa sebut nama Allah Semoga Allah selamatkan semua saudara kami di Banten dan sekitarnya. Allah jaga semua ummat ini dalam kebaikan. Apa yang kita bawa? Sudahkah kita menyadarinya?
A post shared by Felix Siauw (@felixsiauw) on

Ingat, kita akan pulang ke kampung halaman kita yang bernama akhirat. Kita akan berpindah kesana. Itu sudah pasti. Lalu apa saja yang harus kita bawa ?? Jawabannya ada di dalam Al Quran. Semua petunjuk ada didalam Al Quran. Oleh sebab itu bacalah kitab suci Al Quran agar mendapatkan petunjuk jalan pulang ke kampung halaman kita bernama akhirat.
4 comments:
Write comments
  1. iya benar, sebagai orang islam kita harus mencintai alquran, dan kebanyakan dari kita malah menyimpannya saja tidak membacanya padahal itu kewajiban

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membaca dan mempraktikan adalah kewajiban. Terimakasih sudah mampir Maschun Sofwan

      Delete
  2. Saya terharuuuuuuuuuuuuuuuuuuu saangatttttttttt

    ReplyDelete

Join Our Newsletter