Saturday, October 12, 2019

Tantangan dan Peluang Bisnis Media Online

Majalah Lampung - Apa saja tantangan dan peluang bisnis media online di Indonesia ? Dulu, di awal mulai internet muncul dan merata, media online begitu digdaya menggusur media cetak. Perusahaan media cetak jatuh tersungkur, banyak koran dan majalah yang kini tak lagi dicetak lagi. Masa keemasan media online adalah awal dari tenggelamnya media cetak. Gadget yang menyuguhkan berita hanya dalam genggaman adalah alat yang kini menjadi kebutuhan primer manusia modern.

Ist

Seiring majunya teknologi, media online menghadirkan pasar dan peluang tersendiri. Kemudahan akses, kepraktisan dan kecepatan tayang menjadi nilai plus plus media online. Tapi....!! Sebuah perusahaan media online juga memiliki banyak kebutuhan agar operasional tetap berjalan. Umumnya sebuah media mendapatkan pembiayaan dari sponsorship. Media online adalah tempatnya beriklan digital, baik dengan banner maupun adventorial dan lain sebagainya.

Berbicara mengenai peluang media online sebagai wadah beriklan, media online kini kedatangan saingan dari arah yang tidak terduga yakni media social atau sosial media. Facebook ads dan Instagram ads menjadi lahan baru pengiklan yang diklaim lebih efektif untuk beriklan. Bagaimana tidak, mereka bisa menargetkan lokasi dan umur pada setiap pemasangan iklan. Dan biayanya pun bisa menyesuaikan kantong.

Tak hanya itu, media online juga bersaing dengan raksasa google yang kini punya google adword. Google juga mempunyai youtube yang dibanjiri pengiklan. Iklan video yang anda skip di youtube adalah contohnya. Efektifitas dari periklanan google memang sangat tinggi, bagaimana tidak, mereka memiliki data user. Kemudian si mesin pencari ini akan meletakan iklan pada minat user. Google bisa dengan mudah mencekoki user dengan iklan yamg relevan. Pengiklan tinggal seting saja apa yang mereka inginkan. Sungguh teknologi periklanan yang mutakhir.

Media online juga ketiban pesaing dari para “mimin” dan influencer. Akun-akun instagram dengan followers ratusan ribu hingga jutaan membuka pintu lebar untuk para pengiklan. Mereka menamainya dengan iklan endors dan paid promote. Nyatanya periklanan jenis ini sangat efektif dan masuk ke konsumen yang lebih tertarget. Misal, akun akun instagram islami secara otomatis mayoritas pengikutnya adalah muslim. Maka pengiklan dengan produk muslim akan lebih pas kita beriklan disana. Iya toh ?! :)

Tak sebatas itu, media online juga bersaing dengan youtuber serta blogger yang konten kontennya ciamik. Atta Halilintar adalah contoh youtubers sukses yang menjaring subscriber berlimpah. Dari data kami di tahun 2019, Atta sekeluarga memiliki 50 juta subscriber lebih dan akan terus bertambah.  Beberapa waktu lalu Keluarga Gen Halilintar terlihat mendapatkan fasilitas umroh dari tour travel terkemuka tanah air. Endors itu tentu bernilai miliyaran, terlihat dari fasilitas yang mereka dapat. Itu adalah gambaran dari  minatnya pengiklan terhadap youtuber.

Keluarga Gen Halilintar

Dari kalangan blogger, juga hadir alternatif periklanan untuk para pengiklan. Backlink, endors dan content placement memiliki peluang dari segi  penguatan digital marketing. Perusahaan sebesar bukalapak, tokopedia dan traveloka terpantau menggunakan jasa blogger untuk membuat backlink berkualitas. Jasa PBN dan agency blogger pun kini tak sedikit jumlahnya.

Media online memperoleh uang dari sebuah iklan yang mereka dapat dari para pengiklan. Namun, kini pengiklan memiliki alternatif iklan digital yang juga efektif. Facebook ads, instagram ads, google adwords,  youtuber, influencer dan blogger adalah wadah beriklan yang saat ini sedang hits dan dianggap paling efektif. Bahkan media online pun memasang  google adsanse yang artinya mereka mewadahi google untuk  menaruh iklan para pengiklan di google adwords.

Pembahasan diatas adalah jabaran bagaimana tantangan media online mengadapi kompetitornya dari segi mendapatkan pengiklan

Tantangan bisnis media online juga hadir dari sumberdaya manusia pengisi konten. Sudah pasti sebuah media membutuhan jurnalis. Sebagai pendukung, juga tentunya membutuhkan penulis konten, editor dan lainnya seperti desain grafis dan IT Suport. Dalam dunia jurnalistik modern ini, ada banyak tantangan. Kreatifitas sangat diperlukan sebuah tim media online untuk memberikan sentuhan lain daripada yang lain. Karena saat ini media online sudah sangat menjamur dan media sosial cenderung lebih renyah untuk disimak.

Mojok, tirto, hipwee dan brilio adalah contoh media online yang terbilang unik dan memiliki pembaca setia karena keunikannya. Mojok memberikan suguhan berita dengan jenaka, tirto menyajikan berita mendalam yang tajam dan berimbang serta tampilan kekinian. Mojok contoh media yang sudah lama berdiri dan tetap eksis sedangkan tirto adalah si media online baru yang kini memiliki jutaan permbaca setiap bulan. Keduanya memiliki kekhasan dan keduanya dibutuhkan ditengah masyarakat. Keduanya sudah memiliki pelanggan tetap.

Mojok

Dari riset kecil-kecilan kami melalui sebuah tools online, akumulasi jumlah kata pencarian tirto dan tirto id mencapai 70.000 an pembaca per bulan September 2019. Tirto juga mencapai 17 juta lebih pageview dibulan yang sama. Jumlah yang fantastis. Sedangkan untuk mojok, per September 2019 mereka hampir mencapai 3 setengah juga pageview. Untuk pencarian kata ada 30 ribu kali dicari dalam periode bulan yang sama. Melihat data itu, artinya ada peluang tersendiri untuk media online untuk tetap eksis dan hidup dihati netizen Indonesia.

Peluang Bisnis Media Online

Saiapakah media online dengan pembaca terbanyak di Indonesia ?? Saat ini Tribun News adalah yang terdepan dalam menjaring pembaca berita online. Per September 2019 ada 247 juta pageview. Berikut media online dengan pembaca jutaan di Indonesia:

Tribun (247 juta tayangan halaman)
Detik (163 juta tayangan halaman)
Kompas (94 juta tayangan halaman)
Liputan 6 (74 Juta tayangan Halaman)
IDN Times (42 Juta tayangan halaman)
CNN Indonesia (33,9 juta tayangan halaman)
Kumparan (21 juta tayangan halaman)
Tempo (21 juta tayangan tayangan halaman)
Okezone (20 juta tayangan halaman)
Merdeka (19 juta tayangan halaman)
Brilio (19 juta tayangan halaman)
Viva (18 juta tayangan halaman)
Tirto (17 Juta tayangan halaman)
Hipwee (16 juta tayangan halaman)
CNBC Indonesia (16 juta tayangan halaman)
Republika (12 juta tayangan halaman)
Jawapos (7,5 juta tayangan halaman)
Antara (5,9 juta tayangan halaman)
Mojok (3 juta tayangan halaman)
I news id (3 juta tayangan halaman)
Medcom Id (2 juta tayangan halaman)
Berita satu (2 juta tayangan halaman)

Baca Juga: Portal Berita Islam

Daftar peringkat trafik media online diatas diambil dari similarweb per September 2019. Tribun sangat digdaya dengan 200 juta lebih tayangan setia bulan. Tribun memiliki cabang di banyak daerah di Indonesia. Tribun juga memiliki kecepatan pemberitaan. Selain itu, boleh dibilang tribun punya strategi judul yang memancing untuk dibaca atau dalam istilah disebut click bait. Jika melihat jutan trafik dari para raksasa media diatas, artinya media online masih sangat berpeluang dari segi bisnis.

Iklan banner adalah iklan yang tergolong paling banyak ditawarkan oleh media online. Dengan banner yang terpampang di tampilan, otomatis jutaan pembaca akan melihatnya. Selain itu biasanya ada adventorial. Semakin tinggi trafik, maka semakin mahal pula harga pasang banner. Selain trafik, beriklan di media online juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen. Media online juga bisa menjadi wadah informasi produk secara mendalam dengan ulasan di pemberitaan.

Media yang sudah punya pembaca solid bisa dikelola. Komunikasi antara media dan pembaca sangat penting dilakukan sehingga tumbuh sebuah komunitas keluarga. Misal keluarga pembaca detik. Kemudian komunitas tersebut dapat dihadirkan untuk sebuah event. Tech in asia adalah salah satu yang memanfaatkan hal tersbut. Tech in Asia Conference 2019 september 2019 menjaring banyak peserta dan investor yang datang.

Tantangan dan Peluang Bisnis Media Online di Indonesia beragam. Tempo mempublikasikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah media masa terbanyak di dunia. Dilansir dari Idn Times, Dewan Pers mengatakan bahwa Ada 43 Ribu Media Online di Indonesia. Jumlah ini tentu bukan jumlah yang sedikit. Perlu diketahui bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 171 Juta Jiwa data itu diperoleh dari APJII yang beritanya diterbitkan di kompas dengan judul Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tembus 171 Juta Jiwa.

Lalu bagaimana minat baca berita di Indonesia ? Ada jutaan pembaca yang ingin membaca berita disetiap harinya, data itu kami peroleh dari tools riset online. Kata kuci terbanyak adalah “Berita Terkini”. Artinya pembaca sangat update dengan berita terkini. Oleh sebab itulah hampir semua media online mengutamakan kecepatan memberitakan. Banyak yang mengatakan bahwa marwah sebuah media online adalah kecepatan.

Google juga memberikan kategori news untuk pembaca yang berselancar menggunakan google. Google menerbitkan google news, setiap menit news yang diunggah akan masuk kedalam google news. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua media memenuhi persyaratan google news. Namun, media online yang masuk google news biasanya akan kebanjiran trafik. Hal ini karena google secara otomatis meletakannya di jajaran page one untuk kategori news.

Peluang media online juga Nampak di daerah. Media online di daerah-daerah tumbuh dan berkembang. Lokalisasi pemberitaan memudahkan pembaca untuk mengetahui berita yang terjadi disekitar. Terlebih lagi, media online daerah juga akan lebih fokus pada berita daerah. Dengan begitu maka segmentnyapun terarah. Di Lampung misalnya, ada belasan media yang hadir diantaranya: jejamo, lampungco, kupas tuntas, saibumi, lamppost, lampungpro, lampung77, radar Lampung, teras lampung dan lainnya. 

Lampung co

Baca Juga: 40 bisnis syariah yang menguntugkan

Berita adalah salah satu kebutuhan manusia di era modern. Oleh sebab itu keberadaanya akan tatap eksis. Bersamaan dengan itu, penyaji berita juga dibutuhkan. Hal ini akan terus menghadirkan Tantangan dan Peluang Bisnis Media Online. Kreativitas, kredibilitas, kecepatan, independensi, inovasi adalah hal penting dari sebuah media.
No comments:
Write comments

Join Our Newsletter